Jakarta (ANTARA) - Rasa perut terlalu penuh dan kembung kerap menjadi masalah pencernaan yang biasanya terjadi setelah makan dalam porsi besar.
Dilansir dari Hindustan Times, Kamis (12/3) waktu setempat, Konsultan gastroenterologi medis dan hepatologi di Bhagwan Mahavir Manipal Hospitals, Ranchi, Dr. Shekhar Swaroop, membagikan kiat yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan setelah makan berat untuk mengurangi kembung.
Menurut dia, kembung dapat dikurangi dengan menyesuaikan cara dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta melakukan perubahan gaya hidup antara lain:
Bergerak sedikit setelah makan
Hindari langsung duduk atau berbaring setelah makan berat karena dapat memperlambat pergerakan usus dan membuat gas menumpuk.
Berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan dapat merangsang pergerakan usus dan refleks gastrocolic, membantu makanan bergerak melalui saluran pencernaan serta mengurangi rasa penuh.
Baca juga: Dokter: Jaga pola konsumsi saat Lebaran
Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering
Mengonsumsi porsi kecil secara teratur memberi tekanan lebih ringan pada lambung dan membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar.
Hal ini lantaran porsi makan yang besar dapat meregangkan lambung secara tiba-tiba dan membuatnya kewalahan dalam menampung makanan, hingga menyebabkan kembung setelah makan.
Hindari minum terlalu banyak saat makan
Mengonsumsi air dalam jumlah besar saat makan dapat memperparah rasa berat atau kembung. Lebih baik minum air sedikit demi sedikit selama makan daripada langsung dalam jumlah banyak.
Jika sangat haus, minumlah air 20–30 menit setelah makan. Hindari minuman bersoda saat makan karena dapat menyebabkan gas.
Jangan berbicara saat makan
Saat berbicara, tanpa sadar menelan udara berlebih yang bisa menumpuk di lambung dan usus, sehingga menyebabkan kembung dan sering bersendawa.
Makan secara perlahan, mengunyah dengan baik, dan mengurangi percakapan saat mengunyah dapat membantu mengurangi udara yang tertelan.
Adapun aturan sederhananya, makan dulu, baru berbicara, bukan melakukan keduanya secara bersamaan.
Baca juga: Ahli beri tips sehat dengan pola makan seimbang selama Ramadhan
Baca juga: Diet sehari makan sekali bisa berdampak negatif pada kesehatan
Baca juga: Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
Dilansir dari Hindustan Times, Kamis (12/3) waktu setempat, Konsultan gastroenterologi medis dan hepatologi di Bhagwan Mahavir Manipal Hospitals, Ranchi, Dr. Shekhar Swaroop, membagikan kiat yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan setelah makan berat untuk mengurangi kembung.
Menurut dia, kembung dapat dikurangi dengan menyesuaikan cara dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta melakukan perubahan gaya hidup antara lain:
Bergerak sedikit setelah makan
Hindari langsung duduk atau berbaring setelah makan berat karena dapat memperlambat pergerakan usus dan membuat gas menumpuk.
Berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan dapat merangsang pergerakan usus dan refleks gastrocolic, membantu makanan bergerak melalui saluran pencernaan serta mengurangi rasa penuh.
Baca juga: Dokter: Jaga pola konsumsi saat Lebaran
Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering
Mengonsumsi porsi kecil secara teratur memberi tekanan lebih ringan pada lambung dan membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar.
Hal ini lantaran porsi makan yang besar dapat meregangkan lambung secara tiba-tiba dan membuatnya kewalahan dalam menampung makanan, hingga menyebabkan kembung setelah makan.
Hindari minum terlalu banyak saat makan
Mengonsumsi air dalam jumlah besar saat makan dapat memperparah rasa berat atau kembung. Lebih baik minum air sedikit demi sedikit selama makan daripada langsung dalam jumlah banyak.
Jika sangat haus, minumlah air 20–30 menit setelah makan. Hindari minuman bersoda saat makan karena dapat menyebabkan gas.
Jangan berbicara saat makan
Saat berbicara, tanpa sadar menelan udara berlebih yang bisa menumpuk di lambung dan usus, sehingga menyebabkan kembung dan sering bersendawa.
Makan secara perlahan, mengunyah dengan baik, dan mengurangi percakapan saat mengunyah dapat membantu mengurangi udara yang tertelan.
Adapun aturan sederhananya, makan dulu, baru berbicara, bukan melakukan keduanya secara bersamaan.
Baca juga: Ahli beri tips sehat dengan pola makan seimbang selama Ramadhan
Baca juga: Diet sehari makan sekali bisa berdampak negatif pada kesehatan
Baca juga: Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem





