PBB Soroti Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras Andrie Yunus

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Komisaris tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyoroti kasus penyiraman air keras kepada Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus.

Dalam akun X @UNHumanRights, PBB mengatakan sangat prihatin atas apa yang terjadi di Indonesia dan serangan air keras terhadap Andrie Yunus.

Baca juga: Podcast Remiliterisme Berakhir Tragis, Aktivis Andrie Yunus Disiram Air Keras

"#Indonesia: Sangat prihatin atas serangan asam mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Urusan Luar Negeri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (@Kontras)," tulis PBB.

Secara tegas, PBB mendesak pengungkapan kasus ini dan pertanggungjawaban atas tindak kekerasan yang terjadi kepada para pembela HAM.

"Pembela hak asasi manusia harus dilindungi dalam pekerjaan vital mereka dan dapat mengangkat isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut," tulis PBB.

Sebagai informasi, peristiwa penyiraman air keras itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kegiatan perekaman selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa yang terjadi di Jalan Salemba I Tamang itu menyebabkan Andrie mengalami luka bakar 24 persen.

Kini Andrie harus dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk operasi mata yang terkena air keras dan perawatan luka bakar di sekujur tubuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Harga Minyak di Atas 100 Dolar Tak Selalu Menekan Ekonomi RI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Metro TV Salurkan 50 Paket Santunan di Yayasan Al Fitroh
• 14 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pejabat Kemkomdigi diminta percepat transformasi digital
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
PBB Soroti Kasus Teror Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dilarikan ke RS, Begini Kondisi Kiper Persis Solo Usai Bertabrakan dengan Pemain Bali United
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.