Perang AS-Israel vs Iran Hantam Pariwisata, Kerugian Capai US$600 Juta per Hari

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDA ACEH — Konflik antara AS–Israel dengan Iran mulai menekan sektor pariwisata Timur Tengah, potensi kerugian mencapai sedikitnya US$600 juta per hari akibat gangguan perjalanan udara dan turunnya kepercayaan wisatawan.

Dampak konflik tersebut telah dirasakan secara luas pada industri perjalanan global, mulai dari maskapai penerbangan hingga hotel. Ketegangan geopolitik juga memicu pembatalan penerbangan dalam jumlah besar yang memperburuk konektivitas kawasan. World Travel & Tourism Council (WTTC) menyatakan bahwa eskalasi konflik di Iran telah memukul sektor perjalanan dan pariwisata regional.

“Konflik yang meningkat di Iran telah berdampak pada perjalanan dan pariwisata di Timur Tengah, mengurangi belanja wisatawan internasional sedikitnya US$600 juta per hari,” tulis WTTC, dikutip Jumat (13/3/2026).

Menurut Gulf News, Timur Tengah menyumbang sekitar 5% dari kedatangan wisatawan internasional global dan 14% dari lalu lintas transit penerbangan dunia. Oleh karena itu, gangguan kecil sekalipun di kawasan tersebut dapat berdampak luas terhadap permintaan perjalanan global, serta memengaruhi bandara, maskapai, hotel, penyewaan mobil, hingga industri kapal pesiar.

WTTC juga mencatat bahwa sebelum konflik, kawasan Timur Tengah diproyeksikan mencatat US$207 miliar belanja wisatawan internasional sepanjang 2026. Namun, gangguan arus perjalanan akibat konflik membuat potensi ekonomi tersebut berisiko menyusut secara signifikan.

Selain menekan sektor pariwisata, konflik juga memicu gangguan besar pada jaringan penerbangan regional. Data dari perusahaan konsultan penerbangan Cirium menunjukkan bahwa lebih dari 92.000 penerbangan dijadwalkan berangkat atau tiba di Timur Tengah pada periode 28 Februari hingga 12 Maret, namun lebih dari 49.000 penerbangan telah dibatalkan.

Baca Juga

  • Wall Street Limbung, Terpukul Efek Domino Perang Iran-AS dan Harga Minyak
  • Luhut Beberkan Dampak Penutupan Selat Hormuz jika Perang Iran vs AS-Israel Terus Berlanjut
  • Wamenpar Akui Perang Iran vs Israel-AS Berdampak Pada Pariwisata Indonesia

Gangguan paling parah terjadi di sejumlah hub penerbangan di Teluk. Gulf News melaporkan bahwa Doha membatalkan 288 dari 308 penerbangan, sedangkan Bahrain membatalkan 92 dari 93 penerbangan yang dijadwalkan, menunjukkan hampir seluruh aktivitas keberangkatan dihentikan sementara.

Meski demikian, beberapa bandara utama masih beroperasi dengan jadwal terbatas. Di Bandara Internasional Dubai (DXB) tercatat 387 penerbangan terdaftar dengan 87 pembatalan, sementara sekitar 153 penerbangan telah mendarat atau lepas landas, sehingga aktivitas bandara masih berlangsung meskipun terganggu.

Bandara Internasional Abu Dhabi juga mencatat gangguan yang relatif lebih kecil dengan 23 pembatalan dari 101 penerbangan yang dijadwalkan, sehingga sebagian besar penerbangan masih dapat beroperasi.

WTTC menilai sektor pariwisata tetap memiliki ketahanan tinggi meskipun menghadapi tekanan akibat konflik. Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, mengatakan industri pariwisata memiliki kemampuan pulih relatif cepat jika pemerintah dan industri bekerja sama memulihkan kepercayaan wisatawan.

“Sejarah menunjukkan sektor ini dapat pulih dengan cepat, terutama ketika pemerintah mendukung wisatawan melalui bantuan hotel atau repatriasi. Dalam beberapa kasus, pemulihan pariwisata dapat terjadi hanya dalam dua bulan,” kata Gloria.

Dia menambahkan bahwa komunikasi yang jelas, serta koordinasi kuat antara sektor publik dan swasta menjadi kunci memulihkan sektor pariwisata setelah krisis keamanan.

“Komunikasi yang jelas, koordinasi kuat antara sektor publik dan swasta, serta langkah yang memperkuat keamanan dan stabilitas sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan dan mendukung pemulihan sektor ini,” ujar Gloria.

Sebelum konflik terjadi, Dubai mencatat kinerja pariwisata yang sangat kuat. Gulf News melaporkan bahwa kota tersebut berhasil menarik 19,59 juta wisatawan internasional sepanjang 2025, naik sekitar 5% secara tahunan, dengan tingkat hunian hotel mencapai lebih dari 80%.

Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran kini berpotensi menekan momentum tersebut. Gangguan transportasi udara dan penurunan kepercayaan wisatawan dapat memengaruhi arus perjalanan internasional ke kawasan Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Posko Mudik Tol Semarang-Bawen Sediakan Kursi Pijat hingga Ruang Laktasi
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polres Pelabuhan Makassar Hadirkan Pangan Murah untuk Warga Menyambut Idulfitri
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Foto: Jalan Tol Palembang-Pangkalan Balai Mulai Beroperasi Secara Fungsional
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
8.716 kasus campak per minggu ke-9, Kemenkes gencarkan imunisasi
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Aktivis Kontras Disiram Air Keras, Polisi Periksa Dua Saksi
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.