Pantau - Wakil Menteri Perhubungan Suntana menegaskan pemerintah akan menelusuri dugaan pungutan liar dalam program mudik gratis dengan moda kapal laut di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penelusuran dilakukan untuk memastikan layanan mudik gratis berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Nanti kita telusuri," ujar Suntana.
Dugaan praktik pungutan liar tersebut terjadi pada program mudik gratis kapal laut dengan rute pelayaran Kendari-Muna-Baubau.
Menyikapi hal tersebut Wamenhub menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Pemerintah akan menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dalam penyelenggaraan layanan mudik gratis.
Program Mudik Gratis Harus Tanpa BiayaSuntana menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan program mudik gratis melalui berbagai moda transportasi.
Moda transportasi yang digunakan dalam program tersebut meliputi transportasi udara, laut, dan kereta api.
Program tersebut disediakan untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Menurutnya seluruh layanan mudik gratis yang disediakan pemerintah harus benar-benar tanpa biaya.
"Mudik gratis beberapa sektor ya kan? Ada sektor udara, sektor laut, sektor kereta api, pemerintah itu mengucurkan itu. Bila ada penyimpangan akan kita laksanakan penindakan dan kita luruskan secepatnya," kata Suntana.
Selain penindakan pemerintah juga akan meluruskan berbagai potensi pelanggaran agar program mudik gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal.
Tujuan utama program tersebut adalah memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Oknum Pelaku Pungli Akan Ditindak TegasSuntana menegaskan kembali bahwa pihak yang memberikan pelayanan publik namun melakukan pelanggaran akan ditindak tegas.
"Sudah pasti ditindak tegas. Kalau yang memberikan pelayanan publik namun ada yang tidak benar kita harus tindak tegas," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program mudik gratis telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia termasuk sejumlah daerah di Sulawesi.
"Kemarin, ada anggota Komisi V DPR juga sudah menyampaikan bahwa mudik gratis sudah nyampe ke wilayah Sulawesi-Sulawesi," kata Suntana.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan diketahui menyiapkan sekitar enam ribu tiket kapal gratis untuk warga yang hendak mudik ke kampung halaman.
Tiket tersebut disediakan untuk rute Kendari-Raha-Baubau di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kuota tiket gratis diberikan kepada masyarakat untuk rute Kendari-Raha, Raha-Kendari, Kendari-Baubau, dan Baubau-Kendari.
Sebelumnya muncul pemberitaan di wilayah Kota Kendari mengenai dugaan pungutan liar terhadap calon penumpang program mudik gratis Kementerian Perhubungan.
Dugaan pungutan liar tersebut disebut terjadi di Pelabuhan Nusantara, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sejumlah calon penumpang mengaku dimintai uang sebesar Rp12 ribu meskipun telah terdaftar sebagai penerima tiket mudik gratis.




