BEKASI, KOMPAS.com – Polisi menangkap pembunuh aktivis buruh Ermanto Usman (65).
Pelaku bernama Sudirman (28) ditangkap tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota pada Senin (9/3/2026) di kontrakannya di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Baca juga: Pembunuh Pensiunan JICT Ermanto Usman Tak Sadar Bawa Kabur Kunci Mobil
Dari penyidikan yang dilakukan, polisi menyebut awalnya Sudirman ingin mengambil sejumlah barang berharga milik Ermanto yang tinggal di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 Nomor 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.
Namun, karena panik ketahuan, Sudirman menyerang Ermanto dan istrinya dengan linggis. Ermanto tewas, sementara istrinya kritis.
Baca juga: Pensiunan JICT Ermanto Usman Tewas, Polisi: Murni Perampokan karena Rumah Mewah
“Karena panik, selanjutnya serta merta tersangka menyerang korban laki-laki yang baru terbangun dan sedang duduk di atas tempat tidur,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin, kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
KronologiSudirman masuk ke rumah Ermanto dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis.
Namun, saat sudah masuk ke dalam rumah, lampu kamar tiba-tiba menyala karena istri Ermanto, Pasmilawati (60), terbangun oleh alarm persiapan sahur.
Pasmilawati kaget melihat keberadaan Sudirman. Pelaku panik kemudian memukul kepala Pasmilawati menggunakan linggis.
Ermanto terbangun dan langsung diserang oleh Sudirman di bagian kepala hingga tewas.
Linggis yang digunakan untuk beraksi diambil pelaku dari sebuah kedai bunga di kawasan Kalimalang beberapa hari sebelum kejadian.
Polisi sebut pelaku bawa sejumlah barang berhargaSudirman kemudian kabur sambil membawa sejumlah barang milik korban.
Barang yang dibawa antara lain dua unit ponsel, satu laptop, beberapa perhiasan, serta tas berisi barang-barang korban.
Iman mengatakan, Sudirman merupakan spesialis pencurian yang kerap beraksi di wilayah Bekasi.
“Jadi memang melihat dari background kebutuhan ekonomi yang sangat mendesak itu yang mendorong melakukan perbuatannya,” kata Iman.
Menurut polisi, Sudirman sebelumnya beberapa kali melakukan pencurian di rumah warga maupun tempat usaha.
Namun, ia biasanya langsung kabur ketika aksinya terpergok.
Rumah korban dipilih secara acakDalam pemeriksaan, Sudirman mengaku memilih rumah Ermanto secara acak.
Ia menilai rumah Ermanto sebagai rumah paling besar di kawasan tersebut sehingga menduga memiliki banyak barang berharga.
Barang yang pernah diambil pelaku sebelumnya dari rumah korban lainnya pun beragam, mulai dari ponsel, laptop, serta rokok di warung.
Polisi klaim tak terkait aktivitas korban sebagai aktivisIman menegaskan, sejauh ini penyidik tidak menemukan bukti yang mengarah pada motif lain selain pencurian.
Termasuk dugaan keterkaitan dengan aktivitas korban sebagai aktivis yang memperjuangkan hak buruh.
“Kami tidak menemukan bukti yang mengarah ke sana. Motifnya murni pencurian,” ujar dia.




