JAKARTA, KOMPAS.com — Tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter terlihat membeludak di depan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Hanura, Jalan Hanura Ketapang, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, tumpukan sampah tidak hanya berada di depan TPS3R. Sampah juga mengular hingga ke atas Jembatan Kali Krukut Tanah Sereal dengan panjang sekitar 50 meter.
Tumpukan sampah bahkan telah memakan sekitar setengah badan jalan di atas jembatan atau sekitar lima meter dari lebar jalan yang tersedia.
Baca juga: Antrean Truk Sampah Mengular di TPST Bantargebang, Sopir Harus Menunggu Berjam-jam
Padahal, jalan tersebut digunakan untuk lalu lintas dua arah. Akibatnya, para pengendara dari kedua arah harus bergantian melintas ketika melewati jembatan tersebut.
Situasi ini kerap memicu antrean kendaraan karena tidak sedikit pengendara yang enggan mengalah saat berpapasan di jalan yang menyempit.
Selain menyebabkan kemacetan, sampah yang menumpuk juga kerap terbawa roda kendaraan dan berceceran hingga ke depan rumah warga di sekitar lokasi.
Salah satu pengangkut sampah bernama Jupri (45) mengatakan, kondisi TPS3R Hanura mulai membeludak sejak sekitar satu minggu terakhir.
"Ini karena ada trouble di Bantargebang aja sih, kira-kira ada semingguan begini," ungkap dia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu.
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang beberapa waktu lalu membuat jumlah truk pengangkut sampah dari TPS3R Hanura berkurang.
Sebelumnya, terdapat tiga truk yang rutin mengangkut sampah dari lokasi tersebut setiap hari. Namun dalam sepekan terakhir, hanya satu truk yang beroperasi.
Baca juga: Buntut Tragedi Longsor di Bantargebang, DPRD DKI Bentuk Pansus Sampah
Akibatnya, volume sampah terus bertambah dan menyebabkan tumpukan sampah semakin meluas hingga memotong badan jalan di sekitar TPS3R Hanura.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang