Melalui pemanfaatan platform digital seperti TikTok dan ekosistem TikTok Shop by Tokopedia, para pelaku usaha berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan di tengah tingginya aktivitas masyarakat selama bulan suci.
Data menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, di mana hampir 13 juta video singkat diunggah oleh kreator hingga penjual hanya pada minggu pertama Ramadan 2026. Fenomena ini dimanfaatkan dengan baik oleh sejumlah brand lokal melalui konten kreatif dan solusi pemasaran digital.
Dua pelaku usaha lokal, yakni Sajodo Snack & Food asal Tasikmalaya dan UNERD Footwear dari Pasuruan, sukses mengoptimalkan platform TikTok untuk mendongkrak penjualan mereka melalui TikTok Shop by Tokopedia sepanjang Ramadan tahun ini. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai strategi kedua UMKM tersebut dalam meraih pertumbuhan bisnis yang signifikan. Kisah Sukses UNERD Footwear dan Sajodo Snack & Food Dua UMKM lokal, UNERD Footwear dan Sajodo Snack & Food, menjadi contoh nyata keberhasilan strategi promosi di TikTok: UNERD Footwear (Pasuruan, Jawa Timur)
Brand alas kaki ini berhasil mencatat peningkatan jumlah pesanan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menyambut Ramadan, UNERD mengadaptasi strategi kontennya dengan menonjolkan koleksi sepatu yang cocok untuk suasana Lebaran, seperti model alas kaki yang nyaman untuk agenda silaturahmi.
Berkat perpaduan konten organik dan pemanfaatan TikTok Ads, UNERD sukses menjangkau pasar yang lebih luas. Hasilnya, jumlah pesanan mereka melonjak hingga lebih dari dua kali lipat dengan angka penjualan yang hampir naik 100% dibandingkan periode tahun lalu. Menariknya, penggunaan iklan digital ini juga berhasil mendatangkan pelanggan baru dari wilayah Sumatra, seperti Riau, Sumatra Selatan, hingga Lampung.
Baca Juga :
Dari Hobi Menggambar hingga Bertemu Idola Dunia, Ini Perjalanan Kreator TikTok Irene SuwandiProdusen camilan pedas khas Sunda ini meraih kenaikan penjualan hingga tiga kali lipat selama Ramadan tahun ini di TikTok Shop by Tokopedia. Berawal dari modal Rp1 juta, kini Sajodo telah berkembang menjadi bisnis beromzet miliaran rupiah dengan jangkauan pasar hingga ke Malaysia dan Arab Saudi.
Sejak awal berdiri, Firda dan Gilang sudah mengandalkan TikTok untuk memperlihatkan proses produksi serta kisah jatuh bangun mereka dalam membangun Sajodo. Berkat sistem rekomendasi TikTok yang kuat, produk mereka berhasil dikenal luas secara organik oleh pengguna. Melihat antusiasme yang terus melonjak, Sajodo pun memperluas pasarnya melalui TikTok Shop by Tokopedia dan memanfaatkan iklan berbayar via TikTok Ads.
“Sebagai UMKM dengan modal yang terbatas, TikTok Ads sangat membantu kami untuk memperluas jangkauan Sajodo. Melalui alat yang mudah digunakan serta dukungan langsung dari tim TikTok, kami bisa dengan cepat menyesuaikan strategi promosi agar lebih efektif dan efisien, terutama saat momentum penting seperti Ramadan ketika permintaan meningkat. Hasilnya pun terasa langsung pada bisnis kami, dengan penjualan naik signifikan,” ujar Firda.
Bagi mereka, Ramadan adalah momen krusial karena permintaan camilan untuk buka puasa dan stok Lebaran meningkat tajam. Dengan rajin mengunggah konten bertema Ramadan serta aktif mengikuti kampanye resmi dari platform, Sajodo sukses meraih lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat pada Ramadan tahun ini.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)





