Dampak Perang dan Bencana Alam Perlu Diwaspadai dengan Mitigasi Cepat

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj menilai perlu adaptasi dan mitigasi atas berbagai kemungkinan yang terjadi akibat perang dan ancaman bencana ekologis. Kedaulatan pangan, energi, keuangan dan kenyamanan ibadah haji dan umrah yang berpotensi akan terganggu harus segera mendapatkan solusi.

Hal ini disampaikan Kiai Said dalam kegiatan 'Tadarus Ekologi, Buka Puasa Bersama dan Berbagi' yang digelar LPOI bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong. Acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh lintas agama dan pemimpin ormas-ormas islam, komunitas professional, serta Menteri Koordinator bidang pangan Pangan Zulkifli Hasan.

"Opsi-opsi strategis untuk mengurangi ketergantungan impor di semua bidang dan untuk menghadirkan solusi masalah di atas harus dipercepat," ungkap Said Aqil dalam keterangannya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia mengatakan kecerdasan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak ketinggalan di tengah kompetisi global dan meluasnya berbagai bentuk perang digital dan siber, serta perang modern lainnya dengan persenjataan canggih. Pada saat yang sama, kata dia, harus diantisipasi pula kemungkinan penyalahgunaan High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) untuk merekayasa iklim sebagai senjata pengendali cuaca yang merusak negara lain. 

"Di samping itu diperlukan pula langkah antisipatif atas keberadaan negara kita yang secara nyata dikelilingi ring of fire dan hidup berada pada titik kerawanan bencana," ujar mantan Ketua Umum PBNU itu.

Baca Juga :

3 Langkah Jaga Stabilitas APBN di Tengah Konflik Timur Tengah
Menurut dia, saat ini kedaulatan suatu negara tidak hanya ditentukan kedaulatan teritorial semata, tetapi oleh posisi kedaulatan digital, aset sejarah dan budaya, ekologis, pangan dan energi, hingga teknologi futuristik. Positioning suatu bangsa dapat diubah dengan model valuasi berbasis kedaulatan data dan informasi. 

"Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam berbenah diri dan harus berani," ungkap Ketua Umum Asosiasi Ormas Islam Indonesia itu.

Ia mengatakan pemerintah juga perlu mengevaluasi ulang aset strategis dan menegosiasikan posisinya untuk tampil menjadi negara maju yang berdaulat penuh. 

Ketua Umum Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) itu juga mendorong agar negara-negara BRICS Plus yang dipimpin Tiongkok mampu hadir dan memberi solusi atas dinamika serta problematika global yang tengah terjadi.

"Perang atas nama apa pun harus dihentikan, krisis ekologi harus diakhiri, agar peradaban dunia tidak bergerak menuju kepunahan. Krisis ekologi harus diakhiri dengan upaya-upaya yang sangat revolusioner, agar bumi kembali utuh dan selamat dari kehancuran," ucap Kiai Said.

Ilustrasi. Dok Freepik. Tiongkok dukung upaya perdamaian dunia Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan Tiongkok akan selalu mendukung upaya damai dan perdamaian. Tiongkok juga menyatakan akan selalu menghormati kebebasan beragama dan melindungi umat beragama dalam menjalankan ibadahnya.

Tiongkok juga mengaku terbuka untuk proses pembelajaran untuk penyelamatan ekologi dan pengembangan teknologi. 

"Tadarus Ekologi Bukber dan Berbagi adalah bentuk komitmen nyata Tiongkok untuk hadir dan membersamai masyarakat muslim Indonesia, serta bentuk pemihakan yang nyata untuk pada kemanusiaan dengan aksi nyata berbagi," ujar Wang Lutong.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Cilacap Terjaring OTT, KPK Sita Barang Bukti | KOMPAS MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri Imigrasi: WNA Terdampak Konflik Timur Tengah Bisa Tinggal Sementara di Bali
• 3 jam lalukompas.com
thumb
3 Hal Ini Jadi Syarat Presiden Iran Jika Perang Ingin Berakhir
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Foto: Banjir Rusak Jalan di Cuenca, Ekuador Tetapkan Darurat Nasional
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Jatim Siapkan Buffer Zone di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat Nyepi
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.