Waspadai Titik Rawan Kecelakaan dan Bencana di Jalur Mudik Lampung

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Pemerintah memperkirakan gelombang pertama pergerakan pemudik terjadi mulai Jumat (13/3/2026) malam dan akan terus berlanjut. Para pemudik perlu waspadai titik rawan kecelakaan dan bencana di Lampung agar selamat sampai kampung halaman.

Direktur Utama PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll I Wayan Mandia mengatakan, volume kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar atau Bakter sudah mulai meningkat sejak H-10 Lebaran. Pergerakan pemudik diperkirakan semakin meningkat pekan depan dan mencapai puncak pada 18 Maret 2026.

Selama periode 11-13 Maret 2026, trafik kendaraan yang masuk ke Jalan Tol Bakter sebanyak 111.481 unit. Jumlah itu meningkat 37 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal. Hingga Sabtu (14/3/2026), pengelola jalan tol terus mendata arus lalu lintas di ruas tol Bakter.

Wayan mengungkapkan, pengguna jalan perlu mengantisipasi risiko kecelakaan di sejumlah titik rawan. Dia menyebut, titik rawan kecelakaan berada di jalur B atau ruas tol yang mengarah ke Pelabuhan Bakauheni, antara lain di Kilometer 122, Kilometer 40, dan exit tol dekat Pelabuhan Bakauheni.

Risiko kecelakaan memang kebanyakan berada di jalur B karena pengguna jalan cenderung mengejar waktu untuk masuk ke dalam kapal. Kondisi itu membuat para pengemudi terus melaju di jalan tol tanpa istirahat. “Driver, kan, mengejar waktu, padahal kami sudah menyiapkan rest area untuk beristirahat,” ujar Wayan di Lampung Selatan.

Karena itu, pihaknya melaksanakan operasi simpatik microsleep untuk meminta pengguna jalan beristirahat saat merasa lelah atau mengantuk selama perjalanan. Imbauan keselamatan juga disampaikan melalui banner, pengeras suara, serta media sosial.

Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan self-assessment terhadap kondisi fisik pengemudi serta pengecekan kondisi kendaraan pengguna jalan yang melintas maupun yang singgah di Rest Area KM 116 B. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi yang cukup prima untuk melanjutkan perjalanan serta kendaraan berada dalam kondisi aman dan layak jalan.

”Kami ingin mengingatkan para pengemudi agar selalu memperhatikan kondisi fisik selama perjalanan, terutama pada waktu dini hari yang sangat rentan terhadap rasa kantuk. Kami juga mengimbau agar pengguna jalan tidak ragu memanfaatkan rest area untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk,” kata Wayan.

Baca JugaPerbaikan Jalan di Tol Bakter Rampung, Sampai Jumpa di Lampung

Jalan nasional

Tak hanya di jalan tol, pemudik juga perlu mengantisipasi titik rawan bencana, kecelakaan, hingga kemacatan di jalan nasional di Lampung.  Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung M Ali Duhari mengatakan, terdapat 39 titik rawan longsor dan 5 titik rawan banjir di ruas jalan nasional di Lampung.

“Titik rawan longsor terbanyak berada di Jalan Lintas Barat Sumatera sepanjang 333,57 km, mulai dari Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, hingga Lampung Barat,” katanya.  

Di ruas itu, ada 34 titik rawan longsor. Sementara itu, titik rawan banjir berada di Lampung Tengah, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung. Banjir rawan melimpas ke badan jalan nasional.

Selain itu, terdapat 15 titik rawan kemacaten dan 4 titik rawan kecelakaan lalu lintas. Titik kemacetan terjadi di pasar-pasar tradisional yang ada di 15 kabupaten/kota di Lampung. Lokasi rawan kemacetan, antara lain Pasar Unit II Tulang Bawang, Bakauheni, Terbanggi Besar, dan Gedung Tataan.  

Sementara titik rawan kecelakaan terletak di jalan nasional yang kondisinya curam, seperti di Tanjakan Tarahan di Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu, Jalan Lintas Barat, tepatnya di Kilometer 300+900 dan Kilometer 321 juga rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang curam dan berada di sisi jurang.

Baca JugaTim Sapu Lubang Diturunkan, 5.721 Titik Jalan Nasional Lampung Diperbaiki
Baca JugaPersiapan Mudik Lebaran, Perbaikan Jalan Nasional di Lampung Mulai Dikebut
Penumpang kapal

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Merak ASDP Indonesia Ferry (Persero), pada Jumat (13/3/2026) atau H-8 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara sebanyak 50.362 orang. Adapun jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera sebanyak 11.566 unit.

Dari jumlah itu, kendaraan roda dua sebanyak 1.431 unit, roda empat mencapai 6.380 unit. Selain itu, jumlah truk yang menyeberang sebanyak 3.252 unit dan bus sebanyak 503 unit. Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa Ke Sumatera turun sebesar 20,7 persen dibandingkan tahun lalu, yakni sebanyak 14.577 unit.

Sementara itu, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera sejak H-10 hingga H-8 mencapai 126.276 orang atau turun 18,6 persendibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 155.161 orang.

Titik rawan longsor terbanyak berada di Jalan Lintas Barat Sumatera sepanjang 333,57 km, mulai dari Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, hingga Lampung Barat.

Dari arah sebaliknya, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada H-8 sebanyak 36.827 orang. Jumlah kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa sebanyak 7.917 unit. Dari jumlah itu, kendaraan roda dua sebanyak 528 unit, roda empat 3.458 unit, dan truk sebanyak 3.394 uni, dan bus sebanyak 537 unit.

Pada masa angkutan Lebaran tahun 2026, pergerakan masyarakat melalui layanan penyeberangan diproyeksikan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen. Jumlah kendaraan mencapai 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauaan ASDP. Lintas penyeberangan Merak-Bakauheni, atau sebaliknya menjadi yang paling sibuk.

Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan operasional yang matang agar layanan penyeberangan tetap berjalan optimal.

“Periode Angkutan Lebaran merupakan momentum penting bagi layanan penyeberangan karena meningkatnya mobilisasi masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh elemen operasional telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan armada hingga kualitas fasilitas dan layanan di pelabuhan,” kata Rio, melalui keterangan resmi.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, ASDP memperkuat kesiapan operasional melalui penambahan dermaga express II di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni serta memberikan pelayanan selama 24 jam. Berbagai fasilitas lainnya, seperti loket, area parkir, toilet portabel, hingga lampu penerangan di area pelabuhan juga disediakan.

Baca JugaLebih dari Satu Juta Pemudik Bakal Melintasi Pelabuhan Bakauheni, Bagaimana Kesiapannya?

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saksi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Ada Dua Orang: Bukan Warga Salemba
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Pererat Silaturahmi, Pemkab Jeneponto Gelar Buka Puasa Bersama di Rumah Jabatan Bupati
• 16 jam laluterkini.id
thumb
Editorial MI: Antisipasi Tepat, Mudik Selamat
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Koma? Ini Pernyataan Tertulis Perdananya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Shai Gilgeous-Alexander Pecahkan Rekor 60 Tahun Wilt Chamberlain, Sejarah Baru NBA Tercipta!
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.