Waspada Glaukoma di Semua Usia, Ancaman Kebutaan yang Sering Tanpa Gejala

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Ancaman kebutaan akibat glaukoma masih menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Penyakit saraf mata progresif ini sering berkembang tanpa gejala sehingga kerap terlambat terdeteksi. Dalam rangka Pekan Glaukoma Sedunia atau World Glaucoma Week 2026 yang berlangsung 8–14 Maret, JEC ORBITA @ Makassar mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini.

Ketua Glaukoma Service JEC Group, Widya Artini Wiyogo, menjelaskan glaukoma merupakan penyakit yang merusak saraf optik secara bertahap, salah satunya akibat peningkatan tekanan di dalam bola mata. Dalam kondisi normal, tekanan bola mata berada pada kisaran 10–21 mmHg. Namun ketika tekanan meningkat atau saraf optik lebih rentan, kerusakan dapat terjadi hingga menyebabkan penyempitan lapang pandang dan kebutaan permanen.

“Mayoritas kasus glaukoma tidak menunjukkan gejala sehingga sering baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan. Karena itu skrining mata secara berkala sangat penting untuk mendeteksi glaukoma lebih dini,” ujarnya.

Data menunjukkan glaukoma menjadi penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak. Di negara berkembang, sekitar 80–90 persen kasus tidak terdiagnosis. Secara global, lebih dari 3,6 juta orang telah mengalami kebutaan akibat glaukoma dan jumlah penderita diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan meningkatnya usia harapan hidup.

Di Indonesia, prevalensi glaukoma diperkirakan mencapai 0,46 persen atau sekitar 4–5 kasus per 1.000 penduduk berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

Situasi tersebut juga menjadi perhatian di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2017, prevalensi kebutaan pada kelompok usia lanjut di wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar 2–3 persen. Dengan jumlah penduduk lansia sekitar 1,1 juta orang, jumlah penderita kebutaan diperkirakan berkisar 22–33 ribu orang.

Dokter mata JEC ORBITA @ Makassar, Mirella Afifudin, mengatakan glaukoma sering disebut sebagai silent thief of sight karena kerusakan saraf optik berlangsung perlahan tanpa gejala yang jelas.

“Banyak pasien baru datang ketika lapang pandangnya sudah menyempit. Dengan diagnosis yang tepat serta pemantauan teratur, perkembangan penyakit dapat dikendalikan sehingga kualitas penglihatan pasien tetap terjaga,” jelasnya.

Diagnosis glaukoma dilakukan melalui sejumlah pemeriksaan, antara lain pengukuran tekanan bola mata (tonometri), pemeriksaan saraf optik dengan Optical Coherence Tomography (OCT), pemeriksaan lapang pandang, serta gonioskopi untuk melihat sudut drainase mata. Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan penanganan yang tepat guna mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut.

Penanganan glaukoma dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, mulai dari terapi obat tetes mata untuk menurunkan tekanan bola mata, terapi laser seperti Selective Laser Trabeculoplasty (SLT) dan Laser Peripheral Iridotomy (LPI), hingga tindakan operasi seperti trabeculectomy atau pemasangan alat drainase pada kasus tertentu.

Dalam rangka memperingati Pekan Glaukoma Sedunia 2026, JEC ORBITA @ Makassar juga menggelar berbagai kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi publikasi video edukasi, seminar publik pada 14 Maret 2026, serta talkshow radio untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya glaukoma dan pentingnya pemeriksaan mata secara rutin.

Melalui kegiatan tersebut, JEC berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata dapat meningkat sehingga kasus kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah sejak dini. (edo)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Uang Tunai Terkait OTT di Cilacap
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Menhub Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Pusat Koordinasi Pengawasan Mudik
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
OTT KPK di Cilacap Bongkar Dugaan Suap Proyek
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
BTN Siapkan Uang Tunai Rp23,18 Triliun untuk Antisipasi Lonjakan Transaksi Lebaran 2026
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Alasan di Balik John Herdman Panggil Sebanyak 41 Pemain jelang FIFA Series 2026, Ini Penjelasan PSSI
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.