Indonesia Terjebak dalam Lingkaran Setan Krisis Ekologis: KEHATI Desak Transformasi Tata Kelola Alam

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Indonesia menghadapi ancaman serius dari “lingkaran setan tata kelola alam”, di mana berbagai sektor pembangunan saling mengkanibalisasi satu sama lain dan memperdalam krisis lingkungan.

Deforestasi memperparah krisis air, krisis air melemahkan ketahanan pangan, sementara ekspansi energi dan pangan berbasis lahan justru meningkatkan tekanan terhadap hutan dan ekosistem.

Temuan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam laporan Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 yang disusun oleh Yayasan KEHATI dan didiseminasikan dalam Diskusi Publik IEO 2026 pada Jumat, 13 Maret 2026 di Jakarta.

BACA JUGA:Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim

BACA JUGA:Menko Yusril: Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, legislatif, akademisi, masyarakat sipil, dan lembaga internasional untuk membahas arah transformasi tata kelola lingkungan hidup Indonesia.

Laporan IEO 2026 ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan di Indonesia bukanlah persoalan sektoral semata, melainkan hasil dari kebijakan pembangunan yang berjalan secara terpisah-pisah dan sering kali saling merusak.

Deforestasi melemahkan fungsi hidrologis daerah aliran sungai, sistem pangan bergantung pada ekspansi lahan berskala besar, sektor energi masih didominasi bahan bakar fosil dan proyek transisi energi berbasis lahan hutan, sementara krisis air semakin meningkat akibat kerusakan ekosistem hulu.

Kombinasi ini menciptakan rangkaian krisis ekologis yang memperbesar risiko bencana dan kerugian ekonomi. 

Hutan sebagai simpul dari eksploitasi sumber daya alam mengalami tekanan yang sangat tinggi untuk proyek energi, pangan, dan air. 

BACA JUGA:Kopdes Merah Putih Bergerak, Hino Pasok 10.000 Truk Distribusi Desa

BACA JUGA:Jangan Khawatir, Pemerintah Tegaskan Cadangan Bahan Bakar Nasional Aman Jelang Idul Fitri

Secara resmi, luas kawasan hutan Indonesia mencapai sekitar 125,5 juta hektare.

Namun, dari luas tersebut hanya sekitar 95 juta hektare yang masih memiliki tutupan, sementara lebih dari 30 juta hektare merupakan “hutan tanpa pohon” yang telah terdegradasi, berubah menjadi semak belukar, atau dikonversi menjadi perkebunan monokultur.

Bahkan, berdasarkan data Kementerian Kehutanan 2025, saat ini hanya tersisa hutan primer seluas 47,3 juta hektar. 

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Polisi Periksa 2 Saksi Ini
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Alarm Kemandirian Energi dari Selat Hormuz
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Aktivitas pemudik di Pelabuhan Bakauheni mulai meningkat pada H-7
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Tembus Penjualan 4.000 Unit, Wuling Motor Darion Mulai Ekspansi ke 2 Negara Ini
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenhub Beri Diskon Tarif Transportasi hingga 30 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.