JAKARTA, DISWAY.ID -- Pasokan energi nasional perlahan mulai terisi ulang menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Hal ini menjadi langkah startegis yang dilakukan pemerintah untuk menambh pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Memperkuat cadangan nasional LPG kali ini diambil dari Australia yang dijadwalkan tiba pada akhir pekan.
BACA JUGA:Indonesia Terjebak dalam Lingkaran Setan Krisis Ekologis: KEHATI Desak Transformasi Tata Kelola Alam
BACA JUGA:Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29 ribu Anak Yatim
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3).
Bahlil menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan energi selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Saat ini pemerintah memantau dinamika rantai pasok LPG global yang saat ini mengalami berbagai tantangan.
Bahlil menjelaskan, total impor LPG Indonesia saat ini mencapai 7,6 juta ton per tahun.
Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari Amerika Serikat dengan porsi sekitar 70–72 persen, sementara sekitar 20 persen berasal dari Timur Tengah dan sisanya dari negara lain, termasuk Australia.
BACA JUGA:Menko Yusril: Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi
BACA JUGA:Kopdes Merah Putih Bergerak, Hino Pasok 10.000 Truk Distribusi Desa
Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, pemerintah mulai melakukan diversifikasi sumber impor LPG.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka kontrak pasokan baru dengan beberapa negara, termasuk Australia.
"Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG," imbuhnya.
- 1
- 2
- »





