Hari Matematika Internasional, Saatnya Menghapus Stigma Pelajaran Menakutkan

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Hari Matematika Internasional yang diperingati setiap 14 Maret jadi pengingat bahwa pelajaran Matematika tidak boleh dipandang menakutkan oleh para murid. Belajar Matematika dengan gembira mesti diperkuat untuk memperbaiki angka numerasi Indonesia yang rendah.

Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor numerasi Indonesia hanya 366, sedangkan rata-rata global dalam ukuran Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah 472.

Adapun PISA juga menetapkan tingkat kompetensi minimum pada level 2 atau minimal siswa mampu menafsirkan dan mengenali situasi tanpa instruksi langsung, seperti membandingkan jarak total antara dua rute alternatif atau mengonversi harga ke mata uang yang berbeda.

Pada kenyataannya, hanya sekitar 18 persen siswa Indonesia yang mencapai level 2 dalam Matematika. Artinya, 82 persen siswa lainnya masih berada di bawah tingkat kompetensi minimum.

Sebagai perbandingan, rata-rata negara OECD angka siswa dengan kompetensi level dua mencapai 69 persen. Hal ini menunjukkan tantangan besar sistem pendidikan Indonesia dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa agar mampu bersaing secara global.

Belajar dengan gembira

Untuk memperbaiki kondisi ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya menghapus stigma pelajaran Matematika yang menakutkan menjadi pelajaran Matematika yang menggembirakan.

Gerakan Nasional Numerasi (GNN) juga perlu diintegrasikan dengan berbagai program penguatan numerasi, seperti Matematika Gembira, Bincang Numerasi, dan Taman Numerasi.

"Matematika Gembira merupakan upaya penting meningkatkan kualitas numerasi sejak dini. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) di tingkat SMA masih menunjukkan ada tantangan yang perlu direspons melalui intervensi lebih awal dan sistematis," kata Direktur Guru Pendidikan Dasar di Kemendikdasmen Rachmadi Widdiharto, pada Sabtu (14/3/2026).

Matematika memberi kita harapan.

Pembelajaran matematika gembira dimulai dengan mengajak murid memahami konsep melalui pengalaman nyata sebelum beralih ke abstraksi. Guru tidak boleh lagi memulai dari rumus, tetapi dari konteks yang dekat murid seperti benda di kelas, lingkungan sekitar, hingga permainan sederhana seperti melempar bola atau membuat pola.

Dengan pendekatan ini, rasa takut murid pada Matematika perlahan berubah jadi rasa ingin tahu karena mereka belajar dari hal yang mereka kenal dan alami sendiri. Cara mengajar ini sudah diterapkan para guru matematika masa kini, misalnya oleh Tri Susilawati di SDN Meruya Selatan 04 Pagi, Jakarta.

"Di sekolah kami, numerasi dikemas melalui taman-taman numerasi di lingkungan sekolah, dengan hiasan di tembok maupun lantai. Dengan begitu, anak-anak tidak merasa bosan, guru pun lebih mudah membuat pembelajaran menarik di luar kelas," jelas Tri.

Baca JugaMatematika di Era 4.0

Beberapa sekolah lain juga mengajarkan numerasi melalui permainan tradisional yang dikaitkan dengan budaya lokal sehingga dekat dengan kehidupan anak. Sebagai contoh, belajar mengurutkan bilangan sambil bermain eklek yang diwarnai angka-angka.

Praktik baik semacam ini harus terus diduplikasi, tidak hanya di satuan pendidikan, melainkan juga di taman-taman tempat bermain anak. Gerakan numerasi nasional harus semakin digencarkan untuk mengejar ketertinggalan yang sudah darurat.

Sepanjang tahun 2025, Direktorat Guru Pendidikan Dasar telah melatih 302 fasilitator nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Para fasilitator ini memiliki peran strategis dalam melatih guru-guru di di wilayah masing-masing.

Meski program ini tergolong baru, lanjut Rachmadi, para guru yang dilatih sudah menerapkan pendekatan pembelajaran Matematika dengan menyenangkan dan bermakna. Pengembangan materi pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat diterapkan pada berbagai tingkat kognitif peserta didik.

Pada 2026, program ini diperluas melalui pelatihan bagi calon fasilitator nasional baru serta pelatihan Matematika Gembira di semua provinsi. Melalui mekanisme pelatihan berjenjang, peningkatan kemampuan numerasi diharapkan berjalan sistematis, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak guru.

Matematika dan harapan

Adapun Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan ”Mathematics and Hope” (Matematika dan Harapan) sebagai tema Hari Matematika Internasional tahun 2026. Ini mencerminkan gagasan Matematika seperti harapan karena termasuk hal paling universal bagi semua orang.

"Matematika memberi kita harapan untuk memahami realitas dan kebenaran dengan jelas, berbagi definisi bersama, belajar kerja sama, memakai data secara bertanggung jawab, menemukan strategi saling menguntungkan, dan banyak lagi," kata Betul Tanbay, Ketua Dewan Pengurus IMU-IDM (International Mathematical Union-International Day of Mathematics).

Baca JugaMatematika dalam Gerak Tubuh

Betul menegaskan, Matematika dapat menjadi bekal menghadapi ketidakpastian, membangun kepercayaan pada pengetahuan, dan membayangkan masa depan berkelanjutan. Selain mendorong kemajuan ilmiah dan teknologi, Matematika berkontribusi pada kohesi dan ketahanan sosial.

Dengan kolaborasi dan kepercayaan itu, pemikiran matematis bisa mendorong masyarakat yang lebih adil dan kooperatif. Sejalan dengan mandatnya, UNESCO mendorong siswa dan pendidik di seluruh dunia untuk menjadikan matematika sebagai alat untuk pemahaman, kerja sama, dan harapan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Tawarkan Hadiah USD12 Juta untuk Informasi tentang Pemimpin Tertinggi Iran
• 5 jam laluokezone.com
thumb
WhatsApp Bisa di Laptop! Ini Cara Install di Windows dan Mac
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Hilangkan Defisit APBN: Ini Harapan Kita
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Bukber di Mas Pemda Sidrap, Syaharuddin Alrif Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 7,71 Persen dan Capaian Pembangunan
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Terungkap! Begini Respons Elkan Baggott Usai Resmi Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.