JAKARTA, KOMPAS.com – Tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter di depan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Hanura di Jalan Hanura Ketapang, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.
Selain menimbulkan bau tak sedap, sampah yang meluber hingga ke jalan juga dikhawatirkan menjadi sumber penyakit.
Salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi, Roni (40), mengaku khawatir dengan kondisi tersebut karena tempat tinggalnya berada sangat dekat dengan tumpukan sampah.
Baca juga: Tumpukan Sampah di Taman Sari Dikeluhkan Warga, Timbulkan Bau dan Belatung
"Takut kena penyakit ada rasa khawatir, tapi mau gimana tempat tinggal kita dekat tempat sampah," ucap Roni saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu (14/3/2026).
Menurut dia, selain mengotori jalan, tumpukan sampah tersebut kerap menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga. Keberadaan sampah juga mengundang banyak lalat yang kerap masuk ke dalam rumah.
Kekhawatiran serupa disampaikan warga lainnya, Sukardi (38). Ia mengaku khawatir tumpukan sampah yang berada tepat di depan rumahnya dapat memicu penyakit.
"Kalau kena penyakit takut, apalagi jika sampahnya terus di jalan begini. Tapi, kalau cuma di dalam TPS sih enggak begitu takut, lebih aman," jelas dia.
Selain bau tak sedap, tumpukan sampah tersebut juga sering memunculkan belatung yang mengotori jalan, terutama pada pagi hari. Sukardi mengatakan, kondisi penumpukan sampah di depan TPS3R Hanura terjadi dalam sekitar satu minggu terakhir.
Ia menduga kondisi tersebut terjadi karena proses pengangkutan sampah dari TPS3R menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terganggu setelah peristiwa longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Baca juga: Sampah Mengular di Taman Sari, Tukang Sampah Mengaku Sering Lembur dan Disalahkan Warga
Karena itu, ia berharap sampah yang saat ini menumpuk di jalan dapat kembali ditempatkan di dalam area TPS3R seperti sebelumnya.
"Harapan saya sih buang lagi di dalam jangan di jalan lah intinya. Kan kalau di jalan terganggu, mobil tiap hari macet, kalau hujan banyak yang celaka, licin motor jatuh," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang