PGEO Jajaki Bisnis Penyewaan Mesin dan Peralatan Pertambangan

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Rencana tersebut dilakukan melalui penambahan kegiatan usaha dengan klasifikasi KBLI 77395.

PGEO Jajaki Bisnis Penyewaan Mesin dan Peralatan Pertambangan (Foto: dok PGEO)

IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjajaki peluang bisnis baru di bidang penyewaan mesin serta peralatan pertambangan dan penggalian dalam rangka diversifikasi usaha.

Rencana tersebut dilakukan melalui penambahan kegiatan usaha dengan klasifikasi KBLI 77395 yang mencakup aktivitas penyewaan mesin dan peralatan pertambangan.

Baca Juga:
PGEO Bukukan Pendapatan USD432,73 Juta Sepanjang 2025

"Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki, sekaligus memperluas portofolio bisnis dan meningkatkan potensi pendapatan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/3/2026).

Dengan penambahan lini usaha tersebut, perseroan diharapkan dapat memperkuat diversifikasi kegiatan usaha sekaligus mendukung pengembangan sektor energi yang berkelanjutan.

Baca Juga:
PGEO Beberkan 4 Proyek dalam Blue Book 2025-2029, Nilai Investasi Rp18 Triliunan

Ekspansi ini juga berpotensi memperkuat posisi perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penunjang industri energi dan pertambangan.

Adapun rencana perubahan kegiatan usaha PGEO akan dimintakan persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.

Baca Juga:
Pertamina Geothermal (PGEO) Catatkan Produksi All-Time High Sepanjang 2025, Ini Kontributornya

Sebagai informasi, PGEO mencatatkan penurunan laba 14,2 persen pada 2025 atau menjadi USD137,7 juta dari tahun sebelumnya USD160,49 juta.

Penurunan laba dipicu oleh lonjakan beban pokok pendapatan 19,8 persen menjadi USD199,66 juta sehingga laba bruto turun 3,1 persen dan laba usaha susut 2,2 persen.

Baca Juga:
Masuk Tahap Pengeboran, PGEO Eksekusi Proyek Panas Bumi Lumut Balai Unit 3 

Meski demikian, pendapatan perseroan tercatat naik 6,3 persen menjadi USD432,73 juta dari sebelumnya USD407,12 juta.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ingat! Jangan Asal Bawa Muatan di Atap Mobil Saat Mudik
• 9 jam laludetik.com
thumb
Serikat Pengemudi Beberkan Biang Kerok Kelangkaan Ojol, Imbas Tuntutan Kesejahteraan
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Hari Kedua Operasi Ketupat: Volume Kendaraan Terus Naik, Arus Lalu Lintas Lancar
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dalam Sidang Kabinet, Prabowo Minta BBM hingga Internet Stabil Selama Lebaran
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sumardji Jawab Isu John Herdman Minta Naturalisasi 2 Pemain Eropa untuk Timnas Indonesia
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.