EtIndonesia. Perang di Timur Tengah telah berlangsung hampir dua minggu. Pada Kamis (12 Maret), United States Central Command merilis video terbaru yang menunjukkan bahwa militer AS sedang melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pasukan Amerika dan sekutunya di kawasan.
Dalam video yang dirilis pada hari itu, United States Central Command memperlihatkan bagaimana militer AS menghancurkan target-target Iran dengan serangan yang mematikan dan presisi tinggi, guna menghilangkan ancaman terhadap pasukan AS dan mitra regional.
Rekaman tersebut menunjukkan beberapa kendaraan dan objek tak dikenal di wilayah Iran dihantam serangan hingga meledak.
Serangan terhadap pesawat IranDalam video yang dirilis sehari sebelumnya, militer AS juga memperlihatkan serangan udara terhadap pesawat Iran yang sedang berada di darat. Pihak militer menyatakan bahwa rezim Iran semakin kehilangan kemampuan tempur udara dari hari ke hari.
Pada saat yang sama, militer AS juga membantah rumor yang beredar dengan menegaskan bahwa tidak ada satu pun pesawat tempur Amerika yang ditembak jatuh oleh Iran.
Ribuan Target Iran DihantamMenurut pembaruan operasi militer Operation Epic Fury pada Kamis:
- Sekitar 6.000 target Iran telah diserang oleh militer AS
- Lebih dari 90 kapal Iran telah dihancurkan atau rusak
- Lebih dari 30 kapal penebar ranjau laut juga telah dihancurkan atau rusak
Sebanyak 12 target utama dalam operasi tersebut meliputi:
- Markas besar Islamic Revolutionary Guard Corps
- Fasilitas intelijen
- Pabrik dan gudang kapal penebar ranjau laut
- Sistem pertahanan udara terpadu
Sejak perang berlangsung hampir dua minggu, Presiden AS Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa Iran harus “menyerah tanpa syarat” sebagai prasyarat untuk mencapai kesepakatan apa pun antara Amerika Serikat dan Iran.
Sementara itu, pada Rabu (11 Maret), pihak Iran mengajukan syarat gencatan senjata, yaitu menuntut kompensasi dari Amerika Serikat dan Israel.
Reporter NTD Television Guo Yuexi melaporkan dari Amerika Serikat.





