Rektor Unhas Tegaskan Jabatan Dekan Bergantung Kinerja: Tak Capai Target Bisa Diberhentikan di Tengah Jalan

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa masa jabatan dekan di kampus tersebut kini sangat bergantung pada pencapaian target kinerja yang telah disepakati.

Hal itu disampaikan Jamaluddin Jompa—yang akrab disapa Prof JJ—dalam silaturahmi bersama jurnalis dan mahasiswa di Makassar, Sabtu (15/3/2026).

Menurutnya, pengisian jabatan dekan di Unhas tidak dilakukan melalui pemilihan, melainkan melalui proses penjaringan. Setiap dekan yang ditunjuk harus menandatangani kontrak kinerja dengan indikator yang jelas dan terukur.

Jika target dalam kontrak tersebut tidak tercapai, maka konsekuensinya adalah pemberhentian dari jabatan.

“Ketika kriteria itu tidak tercapai, kinerja itu tidak tercapai, wajar ya kalau tidak mundur, ya harus dimundurkan,” tegas Prof JJ.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan untuk membangun budaya akuntabilitas di lingkungan kampus, sekaligus memastikan pimpinan fakultas tetap fokus pada pelayanan kepada publik dan para pemangku kepentingan.

Dorong Budaya Akademik Berstandar Global

Prof JJ mengatakan, sistem evaluasi berbasis kinerja seperti itu merupakan praktik yang lazim diterapkan di berbagai universitas besar dunia. Bahkan, evaluasi ketat juga berlaku hingga pada level dosen.

Ia mencontohkan konsep early redundancy di sejumlah perguruan tinggi luar negeri, di mana tenaga pengajar yang tidak mampu memenuhi standar kontrak dapat memilih berhenti atau pensiun lebih awal.

Meski demikian, ia memastikan indikator penilaian di Unhas tetap realistis dan berfokus pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Menurutnya, capaian seperti pengakuan program studi di tingkat internasional atau peningkatan peringkat global merupakan bonus atau reward, bukan kewajiban mutlak yang harus dicapai setiap pimpinan fakultas.

Kriteria Wakil Rektor Periode Kedua

Terkait pembentukan jajaran pimpinan untuk periode mendatang, Prof JJ menyebut dirinya belum melakukan pembicaraan mengenai nama-nama calon pejabat.

Ia sengaja menghindari negosiasi politik agar para pejabat yang saat ini menjabat tetap fokus menjalankan tugasnya.

Namun, ia mengungkapkan dua kriteria utama bagi calon pimpinan di lingkungan Unhas ke depan, yakni kemampuan bekerja sama dengan rektor serta integritas dalam menjalankan tugas.

“Yang paling penting adalah bisa bekerja sama dan memiliki integritas di posisinya masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan kontrak kinerja tersebut tidak hanya berlaku bagi dekan, tetapi juga bagi seluruh pejabat struktural di lingkungan Unhas, termasuk rektor, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari India, Ketua Umum PP PERDAMI Dorong Kolaborasi Regional untuk Pemberantasan Kebutaan
• 9 jam laluharianfajar
thumb
GP Bahrain dan Arab Saudi Berpotensi Batal Akibat Konflik Timur Tengah
• 53 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Presiden: Krisis global pacu RI percepat swasembada pangan & energi
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kondisi Terbaru Andrie Yunus setelah Teror Air Keras, Anies Baswedan Membesuk
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Pemerintah Kaji RUU Disinformasi dan Propaganda Asing, Menkum Ungkap Alasannya
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.