Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan datang menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tidak dikenal di Salemba Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026 malam.
Usai menjenguk, Anies mengatakan bahwa kondisi Andrie dalam keadaan sadar namun masih harus dirawat secara intensif, sehingga belum boleh bertemu sembarang orang. Dia menyebut, Andrie ditempatkan di dalam ruang isolasi.
Advertisement
“Andrie masih dalam proses recovery ya, isolasi. Sadar (tapi) memang tidak bisa interaksi dengan siapapun juga, kecuali tim medis. Jadi tidak bisa jumpa, karena memang tidak bisa ketemu siapapun,” ujar Anies di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Anies menjelaskan, berdasarkan keterangan tim medis, Andrie menderita luka bakar 24 persen sehingga mengharuskannya menjalani tindakan operasi.
“Sudah operasi, masih dalam proses recovery ya. Isolasi. Tidak bisa interaksi dengan siapapun juga. Kecuali tim medis karena risiko infeksi yang tinggi,” jelas Anies.




