TEHERAN, KOMPAS.TV - Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigjen Abolfazl Shekarchi mendesak negara-negara Timur Tengah untuk bersatu menentang Amerika Serikat (AS) dan Israel. Abolfazl mendesak agar negara-negara Timur Tengah bersolidaritas melawan "politeisme dan kemunafikan" AS-Israel.
Pejabat militer Iran itu mendesak negara-negara Timur Tengah untuk menolak menjadi "kekuatan boneka Amerika." Menurutnya, Washington tidak bisa menjamin keamanan mereka.
Abolfazl Shekarchi pun menggarisbawahi kerusakan infratruktur yang dialami Iran selama serangan AS-Israel. Shekarchi menegaskan kehancuran tersebut adalah reputasi destruktif AS di kawasan.
"Apa yang tidak bisa dibangun adalah reputasi (dari AS)," kata Shekarchi dikutip Al Jazeera, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga: Antisipasi Dampak Perang, Pemerintah Malaysia Kaji Penerapan WFH untuk ASN
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali memperingatkan AS untuk tidak menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Hal tersebut disampaikan Jalali usai Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengeklaim pihaknya berhasil menyerang Mojtaba Khamenei. Hegseth pun mengeklaim suksesor Ayatollah Ali Khamenei itu dalam kondisi terluka dan "cacat."
Kazem Jalali pun menegaskan rakyat Iran saat ini ingin balas dendam atas tindakan AS yang membunuh Ayatollah Ali Khamenei.
"Rakyat marah dan menuntut balas atas pembunuhan ini. Tentu saja Amerika akan menghadapi pembalasan mengerikan di kemudian hari," kata Kazem Jalali.
Baca Juga: AS Bombardir Pulau Kharg Pusat Ekspor Minyak Iran, Trump Sebut Targetkan Infrastruktur Militer
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- boneka as
- timur tengah
- pangkalan as timur tengah
- amerika serikat




