Beredar video CCTV yang menunjukkan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh dua orang pelaku yang berboncengan pada Kamis (12/3) malam, di Jakarta Pusat.
Meski dalam CCTV terlihat jelas, jumlah pelaku ada dua orang, tapi polisi menyebut, pelaku bisa saja lebih dari dua orang.
"Tidak menutup kemungkinan pelaku lebih dari dua orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, saat dimintai keterangan, Sabtu (14/3).
Ia mengaku akan merilis semua pelaku yang terlibat setelah penyidikan secara saintifik dilakukan.
"Nanti akan kita rilis setelah dilakukan nya penyidikan secara scientific investigation," ucap Roby.
Selain itu, ketika ditanyai mengenai upaya untuk mengungkap kasus ini hingga ke aktor di baliknya, Roby mengatakan berkomitmen untuk mengungkap semuanya.
"Tentu saja Polri berkomitmen untuk mengungkap semua perbuatan kekerasan kepada siapa pun termasuk dalam peristiwa ini," tutur Roby.
Sebelumnya, Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan, yang juga pernah mengalami insiden penyiraman air keras, sempat menyebut penyerangan ini merupakan aksi yang terencana dan tidak hanya berdua. Hal itu berdasarkan amatannya atas video CCTV tersebut.
"Dari CCTV yang saya perhatikan, saya yakin pelakunya terorganisir, pelaku enggak satu motor berdua gitu, nggak. Terorganisir. Ada simbol-simbol yang dilakukan di lapangan, sehingga ketika menyerang begitu terorganisir," tutur Novel, Jumat (13/2).





