ESKALASI militer di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu telah mencapai titik kritis. Konflik ini tidak hanya meluluhlantakkan infrastruktur strategis, tetapi juga merenggut ribuan nyawa di berbagai negara kawasan.
Iran Jadi Titik TerparahRepublik Islam Iran mencatat dampak paling fatal dengan laporan 1.444 korban jiwa. Intensitas serangan udara yang menyasar objek vital, termasuk pusat ekspor minyak di Pulau Kharg, menjadi faktor utama tingginya angka kematian tersebut.
Data Korban JiwaKonflik dengan cepat menjalar melampaui perbatasan Iran. Berikut adalah ringkasan data terbaru korban jiwa di negara-negara terdampak:
Baca juga : Siapa Saja Tokoh Senior Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel?
- Iran: 1.444 jiwa
- Lebanon: 773 jiwa
- Irak: 26 jiwa
- Pasukan AS: 11 jiwa
- Israel: 14 jiwa
- Uni Emirat Arab: 6 jiwa
- Kuwait: 6 jiwa
- Oman: 3 jiwa
- Bahrain: 2 jiwa
- Arab Saudi: 2 jiwa
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa perang melawan Teheran telah memasuki "fase menentukan" setelah serangkaian serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Katz memberikan apresiasi khusus atas serangan AS yang menyasar pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg. Ia menegaskan bahwa operasi militer ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
“Perjuangan global dan regional melawan Iran, yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tengah meningkat dan memasuki fase menentukan yang akan terus berlanjut selama diperlukan,” tegas Katz dalam pernyataan televisinya di hadapan para petinggi militer.
(Aljazeera/P-4)





