Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa akar budaya yang kuat memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi kreatif di negara-negara besar termasuk Indonesia, sehingga dipercaya dapat menjadi tujuan dari ekraf selanjutnya.
“Nusantara dari barat ke timur itu kan akar budayanya kuat semua, ketika akar budayanya kuat dengan variasinya, dengan kelebihannya masing-masing, itu adalah hulunya. Hilirnya, turunannya akar budaya itu ketika disentuh inovasi, kreativitas, teknologi termasuk juga digitalisasi, di situlah ekonomi kreatif. Hilirisasi dari hulunya itu akar budaya kuat,” ujar Menekraf dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gajah Mada (HIPMI PT UGM) yang bertujuan mengenalkan ekonomi kreatif dan rencana penyelenggaraan Entrepreneurs Leadership Conference 2026.
Baca juga: Menekraf dorong peningkatan talenta digital di sektor kreatif
Menteri Ekraf mengapresiasi kehadiran HIPMI PT UGM yang berpikir jauh mengenai ekonomi kreatif, salah satunya lewat gelaran Entrepreneurs Leadership Conference 2026, yakni forum diskusi strategis dirancang sebagai ruang dialog interaktif antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dan pemengaruh untuk membahas tantangan dan peluang UMKM Indonesia di tengah turunnya konsumsi masyarakat dan percepatan adaptasi digital.
Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan R, mengatakan harapannya untuk kewirausahaan generasi muda, penguatan UMKM berbasis kreatif dan digital di kalangan mahasiswa maupun di luar mahasiswa itu berjalan lebih maju.
“Bahwasanya memasuki di daerah digitalisasi dan juga transformasi global, ekonomi kreatif ini menjadikan salah satu tulang penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, Jadi kami di Entrepreneur Leadership Conference 2026 ini ingin mempertemukan antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi dan ekosistem kreatif untuk menjawab tantangan peluang UMKM di tengah perubahan ekonomi dan percepatan digital,” jelasnya.
Menanggapi rencana itu, Teuku Riefky mengatakan tugas utama dari Kementerian Ekraf adalah bagaimana mencari Local Hero untuk go global dari 17 subsektor yang ada saat ini serta siap untuk berkolaborasi dan hadir dalam kegiatan yang diadakan oleh HIPMI PT UGM.
Baca juga: Kemenekraf dukung kolaborasi sektor retail hidupkan warisan budaya
Baca juga: Menekraf sebut "sport tourism" bisa jadi penggerak ekosistem ekraf
Baca juga: Kemenekraf siapkan pembiayaan berbasis KI untuk pelaku ekraf
“Nusantara dari barat ke timur itu kan akar budayanya kuat semua, ketika akar budayanya kuat dengan variasinya, dengan kelebihannya masing-masing, itu adalah hulunya. Hilirnya, turunannya akar budaya itu ketika disentuh inovasi, kreativitas, teknologi termasuk juga digitalisasi, di situlah ekonomi kreatif. Hilirisasi dari hulunya itu akar budaya kuat,” ujar Menekraf dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gajah Mada (HIPMI PT UGM) yang bertujuan mengenalkan ekonomi kreatif dan rencana penyelenggaraan Entrepreneurs Leadership Conference 2026.
Baca juga: Menekraf dorong peningkatan talenta digital di sektor kreatif
Menteri Ekraf mengapresiasi kehadiran HIPMI PT UGM yang berpikir jauh mengenai ekonomi kreatif, salah satunya lewat gelaran Entrepreneurs Leadership Conference 2026, yakni forum diskusi strategis dirancang sebagai ruang dialog interaktif antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dan pemengaruh untuk membahas tantangan dan peluang UMKM Indonesia di tengah turunnya konsumsi masyarakat dan percepatan adaptasi digital.
Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan R, mengatakan harapannya untuk kewirausahaan generasi muda, penguatan UMKM berbasis kreatif dan digital di kalangan mahasiswa maupun di luar mahasiswa itu berjalan lebih maju.
“Bahwasanya memasuki di daerah digitalisasi dan juga transformasi global, ekonomi kreatif ini menjadikan salah satu tulang penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, Jadi kami di Entrepreneur Leadership Conference 2026 ini ingin mempertemukan antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi dan ekosistem kreatif untuk menjawab tantangan peluang UMKM di tengah perubahan ekonomi dan percepatan digital,” jelasnya.
Menanggapi rencana itu, Teuku Riefky mengatakan tugas utama dari Kementerian Ekraf adalah bagaimana mencari Local Hero untuk go global dari 17 subsektor yang ada saat ini serta siap untuk berkolaborasi dan hadir dalam kegiatan yang diadakan oleh HIPMI PT UGM.
Baca juga: Kemenekraf dukung kolaborasi sektor retail hidupkan warisan budaya
Baca juga: Menekraf sebut "sport tourism" bisa jadi penggerak ekosistem ekraf
Baca juga: Kemenekraf siapkan pembiayaan berbasis KI untuk pelaku ekraf





