China mengecam langkah investigasi perdagangan yang baru-baru ini diluncurkan oleh Amerika Serikat. Negeri Paman Sam diketahui telah menyelidiki enam belas negara dengan alasan kelebihan kapasitas produksi (overcapacity).
Dikutip dari Xinhua, Kementerian Perdagangan China menilai penyelidikan tersebut sebagai tindakan sepihak yang berpotensi mengganggu tatanan ekonomi dan perdagangan internasional. Washington menurutnya mencoba merusak sistem perdagangan global.
Baca Juga: Investor China Siap Jajaki Pengembangan Perikanan dan Pertanian di Pemprov Papua
Menurut Beijing, World Trade Organization sebelumnya telah memutuskan bahwa tarif yang diberlakukan oleh rivalnya tersebut melanggar aturan perdagangan internasional meski didasarkan kepada Section 301.
Amerika Serikat menurutnya tidak memiliki hak untuk secara sepihak menentukan apakah negara mitra dagangnya mengalami kelebihan kapasitas produksi. Washington juga dikritik terkait caranya mendefinisikan overcapacity hanya berdasarkan produksi yang melebihi kebutuhan domestik.
“Jika produksi di setiap negara hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, maka tidak akan ada perdagangan lintas negara,” kata China.
China menegaskan bahwa sistem ekonomi global saat ini saling terhubung, dengan produksi dan konsumsi yang bersifat internasional. KarenanyaBeijing menilai tuduhan kelebihan kapasitas produksi yang digunakan Amerika Serikat sebagai dasar investigasi tidak memiliki dasar kuat.
Beijing mendesak rivalnya tersebut untuk menghentikan kebijakan yang dianggap keliru dan kembali menyelesaikan sengketa perdagangan melalui dialog serta konsultasi.
Baca Juga: Pilih Abstain, China dan Rusia Ikut Loloskan Resolusi DK PBB Agar Iran Tidak Serang Kawasan Teluk dan Selat Hormuz
“China akan memantau perkembangan situasi ini dengan cermat dan berhak mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” kata Beijing.





