China Kecam Investigasi Dagang Amerika Serikat, Sebut Langgar Aturan WTO

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

China mengecam langkah investigasi perdagangan yang baru-baru ini diluncurkan oleh Amerika Serikat. Negeri Paman Sam diketahui telah menyelidiki enam belas negara dengan alasan kelebihan kapasitas produksi (overcapacity).

Dikutip dari Xinhua, Kementerian Perdagangan China menilai penyelidikan tersebut sebagai tindakan sepihak yang berpotensi mengganggu tatanan ekonomi dan perdagangan internasional. Washington menurutnya mencoba merusak sistem perdagangan global.

Baca Juga: Investor China Siap Jajaki Pengembangan Perikanan dan Pertanian di Pemprov Papua

Menurut Beijing, World Trade Organization sebelumnya telah memutuskan bahwa tarif yang diberlakukan oleh rivalnya tersebut melanggar aturan perdagangan internasional meski didasarkan kepada Section 301.

Amerika Serikat menurutnya tidak memiliki hak untuk secara sepihak menentukan apakah negara mitra dagangnya mengalami kelebihan kapasitas produksi. Washington juga dikritik terkait caranya mendefinisikan overcapacity hanya berdasarkan produksi yang melebihi kebutuhan domestik.

“Jika produksi di setiap negara hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, maka tidak akan ada perdagangan lintas negara,” kata China.

China menegaskan bahwa sistem ekonomi global saat ini saling terhubung, dengan produksi dan konsumsi yang bersifat internasional. KarenanyaBeijing menilai tuduhan kelebihan kapasitas produksi yang digunakan Amerika Serikat sebagai dasar investigasi tidak memiliki dasar kuat.

Beijing mendesak rivalnya tersebut untuk menghentikan kebijakan yang dianggap keliru dan kembali menyelesaikan sengketa perdagangan melalui dialog serta konsultasi.

Baca Juga: Pilih Abstain, China dan Rusia Ikut Loloskan Resolusi DK PBB Agar Iran Tidak Serang Kawasan Teluk dan Selat Hormuz

“China akan memantau perkembangan situasi ini dengan cermat dan berhak mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” kata Beijing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 14 Maret 2026
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Waspadai Krisis Polusi Udara Pasca-Musim Hujan
• 22 jam laluokezone.com
thumb
AS Bombardir Pulau Kharg Pusat Ekspor Minyak Iran, Trump Sebut Targetkan Infrastruktur Militer
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Sita Rp610 Juta dalam OTT Bupati Cilacap Terkait Dugaan Pemerasan Dana THR
• 20 menit lalupantau.com
thumb
Penumpang Kereta di Daop 8 Surabaya Diproyeksikan Tembus 533 Ribu Selama Angkutan Lebaran 2026
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.