Hindari Macet saat Mudik, Ini 4 Jalur Alternatif Menuju Kuningan

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, KUNINGAN - Sejumlah jalur alternatif menuju wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dapat menjadi pilihan bagi pengendara untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama Cirebon–Kuningan. 

Rute alternatif ini umumnya memanfaatkan jalan kabupaten hingga jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah kecamatan di wilayah perbukitan kaki Gunung Ciremai. Selain menjadi jalur pengurai kemacetan, sebagian rute tersebut juga menawarkan perjalanan dengan pemandangan alam yang lebih terbuka.

Pengendara dari arah Cirebon biasanya menghadapi kepadatan di jalur utama melalui kawasan Cilimus yang menjadi pintu masuk utama ke pusat Kota Kuningan. 

Untuk mengantisipasi antrean kendaraan, beberapa rute alternatif seperti jalur Sumber–Mandirancan, jalur Lingkar Timur Kuningan, jalur Kadipaten–Talaga–Cikijing, hingga jalur Brebes–Cibingbin dapat dipilih sesuai arah perjalanan.

Jalur Sumber-Mandirancan

Jalur alternatif melalui Kecamatan Sumber menuju Mandirancan menjadi salah satu rute yang paling sering digunakan oleh pengendara dari wilayah Cirebon. Rute ini menghubungkan kawasan administratif Sumber, Kabupaten Cirebon dengan wilayah perbukitan di Kecamatan Mandirancansebelum akhirnya masuk ke wilayah Kuningan.

Dari pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon di Sumber, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Sidawangi yang dikenal sebagai kawasan wisata alam di kaki Gunung Ciremai. Jalan di wilayah ini relatif mulus dengan lebar jalan yang cukup untuk dua kendaraan, meski beberapa titik memiliki tikungan tajam.

Baca Juga

  • Daftar Titik Macet dan Jalur Alternatif Mudik di Jabar Tahun Ini, Catat
  • Lengkap! Rekayasa Lalin dan Jalur Alternatif saat Malam Tahun Baru di Jakarta
  • Ini Jalur Alternatif di Puncak Bogor, Pengalihan Lalu Lintas Akhir 2025

Setelah melewati Sidawangi, perjalanan berlanjut menuju Mandirancan yang merupakan salah satu pintu masuk wilayah Kuningan dari arah barat. Di jalur ini, kontur jalan mulai menanjak dengan sejumlah kelokan khas daerah perbukitan.

Meski demikian, kondisi lalu lintas di jalur ini relatif lebih lancar dibandingkan jalur utama melalui Cilimus. Oleh karena itu, rute ini sering dipilih oleh pengendara roda dua maupun kendaraan pribadi yang ingin menghindari antrean kendaraan saat akhir pekan maupun musim libur panjang.

Selain lebih lengang, jalur Sumber–Mandirancan juga menawarkan panorama alam pegunungan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengendara. Hamparan kebun dan udara yang lebih sejuk membuat perjalanan terasa lebih nyaman, meskipun pengendara tetap diimbau berhati-hati karena kondisi jalan yang berkelok.

Jalur Lingkar Timur Kuningan

Alternatif berikutnya adalah jalur Lingkar Timur Kuningan yang dibangun untuk mengurangi kepadatan kendaraan di pusat kota. Jalur ini menghubungkan sejumlah kawasan pinggiran kota tanpa harus melewati jalan utama di pusat Kuningan.

Rute Lingkar Timur umumnya dilalui kendaraan dari arah timur atau dari jalur Mandirancan yang ingin langsung menuju wilayah pinggiran kota Kuningan. Jalan ini dirancang sebagai jalur penghubung yang memotong arus kendaraan menuju pusat kota.

Keberadaan jalur lingkar ini dinilai cukup efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas, terutama saat volume kendaraan meningkat pada musim libur. Kendaraan yang hendak menuju kawasan wisata atau wilayah kecamatan di bagian timur Kuningan dapat langsung memanfaatkan jalur ini.

Dari sisi infrastruktur, jalur Lingkar Timur memiliki konstruksi jalan yang relatif lebih baru dibandingkan jalur alternatif lainnya. Lebar jalan juga cukup memadai sehingga kendaraan dapat melaju lebih stabil.

Dengan memanfaatkan jalur ini, pengendara tidak perlu melewati ruas jalan utama yang sering mengalami kemacetan di kawasan pasar maupun pusat aktivitas ekonomi di Kota Kuningan.

Jalur Cirebon-Kadipaten-Talaga-Cikijing

Bagi pengendara yang tidak keberatan menempuh jarak sedikit lebih jauh, jalur melalui Kadipaten dan Talaga dapat menjadi alternatif lain menuju Kuningan. Jalur ini menghubungkan wilayah Cirebon dengan Kabupaten Majalengka sebelum kembali masuk ke wilayah Kuningan.

Perjalanan dimulai dari Cirebon menuju kawasan Kadipaten yang dikenal sebagai salah satu simpul transportasi di wilayah timur Jawa Barat. Dari Kadipaten, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Talaga.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju wilayah Cikijing yang menjadi jalur penghubung menuju Kuningan. Rute ini banyak dimanfaatkan oleh pengendara yang ingin menghindari kepadatan jalur utama Cirebon–Kuningan.

Kontur jalan di jalur ini cukup bervariasi, mulai dari dataran hingga tanjakan di kawasan perbukitan. Meski demikian, kondisi jalan relatif baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalur ini juga dikenal memiliki pemandangan alam pegunungan yang cukup indah karena melintasi kawasan perbukitan di wilayah perbatasan Majalengka dan Kuningan.

Jalur Brebes-Cibingbin-Kuningan

Sementara itu, bagi pengendara yang datang dari arah Jawa Tengah, jalur alternatif dapat ditempuh melalui wilayah Brebes menuju Kecamatan Cibingbin di Kabupaten Kuningan. Rute ini sering digunakan oleh pengendara untuk menghindari kepadatan di jalur Pantura.

Perjalanan dimulai dari wilayah Brebes yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Dari wilayah ini, kendaraan dapat menuju perbatasan Jawa Barat melalui jalur pedesaan menuju Kecamatan Cibingbin.

Kecamatan Cibingbin merupakan salah satu pintu masuk wilayah Kuningan dari arah timur laut. Dari titik ini, perjalanan menuju pusat Kota Kuningan dapat dilanjutkan melalui jalur Cilimus.

Jalur ini relatif lebih lengang dibandingkan jalur Pantura yang menjadi jalur utama kendaraan antarkota. Namun, pengendara perlu memperhatikan kondisi jalan yang sebagian berada di wilayah perbukitan.

Meski demikian, rute Brebes–Cibingbin tetap menjadi pilihan bagi pengendara yang ingin memasuki wilayah Kuningan dari arah timur tanpa harus melewati kepadatan lalu lintas di jalur utama Cirebon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Instruksi Prabowo soal Diskon Mudik Jelas, Menhub Dudy Sebut Ada Sanksi
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Agenda EIGER Sepanjang 2026: Misi ke Sumatra hingga Kompetisi Panjat Tebing Legendaris Berskala Internasional
• 12 jam laludisway.id
thumb
OTT KPK, Pak Marno Sempat Menghubungi Sekda Cilacap, tetapi Tidak Dijawab
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Satgas Pangan Pantau Pasar, Harga Cabai dan Daging Mulai Naik Jelang Lebaran
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Sinopsis Drama China Wild & Fiery, Kisah Balas Dendam sang Pewaris yang Diasingkan
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.