Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, menyatakan keprihatinan atas penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • Parta mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara profesional hingga mengungkap semua aktor terlibat.
  • Kasus ini dianggap alarm serius karena serangan terhadap aktivis HAM mengancam ruang demokrasi dan reputasi Indonesia.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Menurut Parta, peristiwa ini tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan harus dibaca sebagai alarm serius bagi perlindungan pembela hak asasi manusia dan ruang demokrasi di Indonesia.

“Serangan terhadap aktivis HAM adalah serangan terhadap prinsip dasar negara hukum. Pembela HAM menjalankan fungsi penting dalam menjaga akuntabilitas kekuasaan dan melindungi hak warga negara. Negara wajib memastikan mereka dapat bekerja tanpa ancaman kekerasan,” ujar Parta, Sabtu (14/3/2026).

Usut Tuntas

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan Hukum Parta menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus menjadikan kasus ini sebagai prioritas penanganan.

Ia meminta penyelidikan dilakukan secara professional, transparan, akuntabel, serta mampu mengungkap motif dan kemungkinan aktor di balik serangan tersebut. Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa kekerasan terhadap aktivis sering menimbulkan pertanyaan publik jika proses penegakan hukumnya tidak berjalan secara terbuka dan tuntas.

“Kasus ini harus diusut sampai ke akar-akarnya. Tidak cukup hanya menemukan pelaku lapangan. Jika ada pihak lain yang menjadi dalang, maka itu juga harus diungkap demi kepastian hukum dan keadilan,” tegasnya.

Parta mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman pahit terkait kekerasan terhadap aktivis dan penegak hukum. Publik masih mengingat berbagai kasus yang menimbulkan luka kolektif, seperti pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, kasus buruh Marsinah, hingga serangan air keras terhadap penyidik Novel Baswedan.

“Sejarah menunjukkan bahwa kekerasan terhadap mereka yang memperjuangkan keadilan selalu menimbulkan dampak besar terhadap kepercayaan publik. Kita tidak boleh membiarkan praktik-praktik seperti ini terulang,” kata Parta.

Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas

Ancaman bagi Demokrasi
Ia menilai bahwa jika kasus semacam ini tidak ditangani secara serius, maka dampaknya bisa meluas. Di dalam negeri, hal ini berpotensi menimbulkan efek intimidasi terhadap masyarakat sipil, mempersempit ruang kritik publik, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Sementara di tingkat internasional, peristiwa semacam ini juga dapat mempengaruhi reputasi Indonesia sebagai negara demokrasi yang menghormati kebebasan sipil.

“Indonesia dikenal sebagai demokrasi besar di kawasan. Karena itu, perlindungan terhadap pembela HAM harus menjadi komitmen nyata negara,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Jersey Baru Timnas, John Herdman: Saya Tidak akan Memakainya
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Jaya Jaga 10 Masjid Utama hingga 68 Lokasi Wisata Saat Lebaran
• 57 menit lalukompas.com
thumb
ASEAN Bahas Dampak Konflik Timur Tengah, Indonesia Tekankan Pentingnya Deeskalasi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
LRT Jabodebek Siapkan 27 Kereta saat Masa Angkutan Lebaran 2026
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung Mudik Aman, United Tractors-Scania Bangun Posko Kesehatan Pemudik
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.