JAKARTA, KOMPAS.TV - Kedutaan Besar Iran di Indonesia menggelar doa bersama untuk anak-anak yang menjadi korban serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Minab, 28 Februari 2026 lalu. Doa bersama digelar di kediaman Duta Besar Iran untuk RI dan dihadiri anak-anak Indonesia.
Kehadiran anak-anak Indonesia dalam doa bersama ini disebut menjadi bentuk solidaritas dan empati. Kedubes Iran menyatkan, penderitaan anak-anak di mana pun adalah penderitaan bagi seluruh umat manusia.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran dengan duka yang mendalam dan rasa pilu yang besar mengecam syahidnya 175 anak siswi yang tidak berdosa serta terlukanya lebih dari 95 anak di Sekolah Dasar 'Shajareh Tayyebeh' di kota Minab, Provinsi Hormozgan, sebagai akibat dari serangan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap wilayah Republik Islam Iran," demikian pernyataan Kedubes Iran dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Sabtu (14/3/2026).
Kedubes Iran pun meminta organisasi Islam dan lembaga hak asasi manusia untuk tidak berdiam diri menyikapi pembunuhan ratusan anak sekolah dasar tersebut.
Baca Juga: PBB Desak Penyelidikan Segera atas Tragedi Minab yang Tewaskan Ratusan Siswi SD di Iran
Kedubes Iran menegaskan serangan AS-Israel di sekolah dasar di Minab adalah pelanggaran hukum humaniter internasional. Serangan tersebut dinilai menunjukkan bahwa AS dan Israel telah melakukan kejahatan perang di Iran.
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyerukan kepada hati nurani yang terjaga di dunia, organisasi-organisasi Islam yang aktif, lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional, serta organisasi-organisasi pembela hak anak agar tidak berdiam diri terhadap kejahatan seperti ini," demikian pernyataan Kedubes Iran.
"Dengan mengecam secara tegas tindakan tersebut, diharapkan mereka mengambil langkah untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban para pelaku, serta mencegah terulangnya tragedi serupa. Perlindungan terhadap kehidupan anak-anak dan warga sipil merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara dan bangsa."
Serangan AS-Israel di SD khusus putri Shajareh Tayyabeh di Minab terjadi pada 28 Februari 2026 lalu atau hari pertama perang. Sejumlah pihak, termasuk PBB, mendesak dilakukan penyelidikan menyuluruh atas peristiwa ini.
Pemerintah AS sendiri mengaku telah meluncurkan penyelidikan atas serangan yang membunuh ratusan siswi tersebut. Pejabat militer AS mengakui bahwa sekolah tersebut kemungkinan terkena rudal AS.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- minab
- serangan as sd minab
- kedubes iran di jakarta
- perang iran
- tragedi minab





