Gerhana Bulan Tidak Terlihat di Planetarium Jakarta Akibat Hujan Ringan

narasi.tv
1 minggu lalu
Cover Berita

Hujan ringan mengguyur Planetarium dan Observatorium Jakarta pada Selasa (3/3/2026), menghalangi pengamatan gerhana bulan total yang seharusnya terlihat.

Dalam menyambut gerhana bulan total ini, Planetarium dan Observatorium Jakarta mempersiapkan berbagai aktivitas menarik. Tim penyelenggara mengadakan ngabuburit sambil menyaksikan gerhana Bulan total pada Selasa (3/3/2026). Acara dimulai pukul 16.21 WIB itu dimulai dengan cuaca cerah.

Pada sore hari, panitia telah menyiapkan sejumlah teleskop di depan Gedung Teater Planetarium dan Observatorium Jakarta, guna memastikan para pengunjung dapat melihat benda langit dengan lebih jelas.

Pada pukul 18.20 WIB, pengunjung mulai memadati area depan teater. Panitia juga sudah menambahkan enam teleskop untuk memfasilitasi pengunjung.

Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Muhammad Rezky, menjelaskan bahwa kendala memang tidak bisa dihindari saat pengamatan gerhana. Kali ini, gerhana datang dari lanskap.

"Kendala tentu ada karena kondisi lingkungan. Di sini ditutup dua halaman lanskap, ada pohon, ada bangunan," kata Rezky

Di kompleks Planetarium dan Observatorium Jakarta sendiri, keberadaan bangunan dikelilingi oleh gedung perkantoran dan apartemen. Selain itu ada pepohonan di sekitar Planetarium dan Observatorium Jakarta.

"Kalau kita liatnya di atas gedung terlihat," ujarnya.

Gerhana Bulan Total Tidak Terlihat

Tidak hanya lingkungan, cuaca Jakarta yang hujan ringan juga menghalangi penampakan gerhana Bulan total. Gerhana ini bisa terhalang oleh awan.

"Kita hanya bisa melihat pendaran merah. Jadi kita nggak akan melihat Bulan sampai warnanya menipis atau hilang," tuturnya.

Meskipun gerhana bulan tidak tampak jelas, pengunjung yang datang lebih awal beruntung sempat melihat Planet Jupiter sempat menampakkan diri di awal malam sebelum hujan turun.

Pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kegiatan pada pukul 20.41 WIB. Selain karena faktor cuaca, fase gerhana saat itu sudah memasuki fase penumbram yang secara visual sulit dibedakan dengan bulan purnama biasa.

Bagi mereka yang kehilangan kesempatan melihat gerhana bulan total pada malam ini. Gerhana bulan total selanjutnya dijadwalkan terjadi secara global pada malam pergantian tahun baru, yaitu dari 31 Desember 2028 hingga 1 Januari 2029.

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kudus Belum Bebas Alkohol, Ribuan Botol Miras Dimusnahkan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Defisit APBN 2026 Diproyeksi Tembus 3%
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Pemberdayaan Perempuan Lahirkan Dampak Berantai
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sandy Walsh Bangga Bawa Buriram United ke Perempat Final AFC Champions League Elite 2025/2026
• 19 jam lalubola.com
thumb
GoTo Dukung Inisiatif Komunitas Mitra Beri Dampak Bagi Masyarakat
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.