Kala Para Pemuda Rumuskan Aksi Lingkungan Berbasis Nilai Islam di Bandung

kompas.tv
1 hari lalu
Cover Berita
Sejumlah pemuda-pemudi peserta Pesantren Kilat “Bengkel Hijrah Iklim” yang digelar pada 9–11 Maret 2026 di kawasan Ecocamp, Dago, Kota Bandung dalam sebuah sesi acara. (Sumber: Dok. Mosaic)

BANDUNG, KOMPAS.TV- Krisis iklim yang semakin nyata mendorong berbagai pihak mencari pendekatan baru dalam upaya menjaga lingkungan. Di Kota Bandung, sekitar 30 pemuda Muslim dari berbagai komunitas dan organisasi berkumpul untuk merumuskan langkah konkret menuju transisi energi berkeadilan, dengan pendekatan yang memadukan nilai spiritual dan aksi sosial.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam kegiatan Pesantren Kilat “Bengkel Hijrah Iklim” yang digelar pada 9-11 Maret 2026 di kawasan Ecocamp, Dago, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ruang untuk Transisi Energi (RUTE) Berkeadilan Jawa Barat, bersama jaringan Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC), Ruang Eskalasi, dan AktivAsia.

Baca Juga: [FULL] WNI Hilang di Selat Hormuz, Keluarga: Tolong Bantu Temukan Suami Saya | KOMPAS MALAM

Tidak seperti pesantren kilat pada umumnya, kegiatan ini memadukan penguatan spiritual dengan pembahasan isu lingkungan global. Para peserta mengikuti rangkaian aktivitas mulai dari ibadah seperti Qiyamul Layl dan tadabbur Al-Qur’an, diskusi krisis iklim, hingga praktik ekologis seperti berkebun.

Project Lead RUTE Berkeadilan Jawa Barat, Erland Fabian, mengatakan momentum Ramadhan dimanfaatkan untuk mendorong refleksi keagamaan terkait tanggung jawab manusia terhadap bumi.

Menurut dia, generasi muda perlu melihat persoalan lingkungan tidak hanya sebagai isu ilmiah, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral dan spiritual.

“Bulan Ramadan menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai Islam dalam melihat persoalan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda mengasah kepemimpinan dan merespons krisis iklim secara kolektif,” kata Erland dalam keterangannya yang diterima Kompas.tv, Rabu (11/3/2026).

Pendekatan keagamaan terhadap isu lingkungan juga dibahas dalam sesi bedah buku Fikih Transisi Energi Berkeadilan. Narasumber kegiatan, Niki Alma Febriana Fauzi, pengurus Majelis Tarjih Muhammadiyah, menilai hubungan manusia dengan alam sering dipahami secara sempit.

Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, menjaga bumi bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi dapat menjadi bagian dari ibadah.

Penulis : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pemuda
  • hijrah iklim
  • bandung
  • pesantren kilat
  • generasi muda
  • transisi energi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Tol Bali Mandara Ditutup Selama 32 Jam saat Nyepi
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Menko Polkam Minta Pemudik Tak Berhenti di Pinggir Tol: Akan Hambat Arus Lalin
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pantang Main Aman, Luis Enrique Instruksikan PSG Tetap Menyerang di Stamford Bridge
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pimpin Apel Operasi ketupat, Kapolri Instruksikan Jajaran Wujudkan Mudik Aman
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Dalami Temuan 21,4 Kilogram Narkoba di Perairan Selat Nasik
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.