Putin dan Presiden Iran Bahas Konflik Timur Tengah dalam Percakapan Telepon

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa 10 Maret 2026 untuk membahas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta menyerukan deeskalasi konflik.

Pembahasan Konflik Timur Tengah

Percakapan tersebut menyoroti situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran.

Di antara korban tewas terdapat Ali Khamenei yang saat itu menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Iran menolak menyerah setelah serangan tersebut dan melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal.

Serangan balasan itu menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Aksi tersebut turut menyebabkan gangguan pada pasar global.

Putin Serukan Penyelesaian Politik

Dalam percakapan tersebut, Putin menegaskan sikap Rusia yang mendukung deeskalasi konflik dan penyelesaian melalui jalur politik serta diplomatik.

Kremlin dalam pernyataannya menyampaikan, "Presiden Rusia menegaskan kembali posisinya yang berprinsip untuk mendukung de-eskalasi cepat konflik dan penyelesaiannya melalui cara-cara politik. Masoud Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, terutama atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran".

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan apresiasi kepada Rusia atas dukungan yang diberikan kepada Iran.

Dukungan tersebut termasuk bantuan kemanusiaan yang diberikan Rusia kepada Iran.

Percakapan tersebut merupakan komunikasi kedua antara Putin dan Pezeshkian sejak awal Maret 2026.

Sebelumnya kedua pemimpin telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada Jumat pekan lalu.

Pembicaraan Putin dengan Presiden AS

Selain berbicara dengan Presiden Iran, Putin juga melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 9 Maret 2026.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas konflik Iran serta situasi perang di Ukraina.

Putin juga menyerukan "penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat terhadap konflik terbaru tersebut".


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari 23 GW ke 107 GW, Peta Jalan PLN Indonesia Power Menuju Net Zero Emission 2060
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Kemenag Siapkan Strategi Literasi Digital bagi 13 Juta Siswa dan Santri
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IDAI: Rumor Negatif Vaksin di Media Sosial Picu Penurunan Imunisasi Anak
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
1.418 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri dan Nyepi di Kota Bogor
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.