IDAI: Rumor Negatif Vaksin di Media Sosial Picu Penurunan Imunisasi Anak

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Piprim Basarah Yanuarso SpA SubspKardio(K) mengatakan rumor negatif mengenai imunisasi yang beredar di media sosial memengaruhi keputusan sebagian masyarakat untuk tidak memberikan vaksin kepada anak. Menurut Piprim, berbagai informasi yang tidak akurat di media sosial turut menimbulkan keraguan masyarakat terhadap imunisasi.

“Selain pengaruh pandemi, tetapi juga karena banyaknya informasi yang menimbulkan kegamangan. Apalagi sekarang media sosial sangat beragam, seperti Instagram, Threads, Twitter, hingga TikTok, yang ikut memengaruhi persepsi masyarakat,” kata Piprim, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga
  • Satu Pasien Campak Bisa Tulari Hingga 18 Orang
  • Pasien Campak Wajib Isolasi Mandiri Meski Gejala Ringan
  • Penularan Campak Bisa Terjadi tanpa Disadari, Ini Penjelasan Dokter

Ia mengatakan kasus campak kembali meningkat di Indonesia hingga menimbulkan kematian pada anak. Hal ini terjadi karena cakupan vaksinasi di beberapa daerah masih rendah sehingga tidak terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Piprim menjelaskan sebelumnya kasus campak di Indonesia sempat menurun karena cakupan imunisasi yang cukup tinggi untuk melindungi anak balita. Namun, rumor di media sosial yang menimbulkan ketakutan terhadap vaksin membuat tingkat imunisasi kembali menurun dan memicu kemunculan wabah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Campak merupakan penyakit yang sangat menular. Begitu cakupan imunisasi terganggu, turun sekitar 20 persen saja, kejadian luar biasa sudah bisa terjadi. Apalagi jika ada kelompok masyarakat yang sama sekali menolak vaksinasi, itu menjadi sumber penyebaran virus,” ujar Piprim.

Piprim mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai dampak penyakit campak dibandingkan ketakutan terhadap vaksin. Ia menegaskan campak dapat menimbulkan komplikasi serius yang berpotensi membahayakan nyawa anak.

Ia juga mengimbau orang tua untuk menjaga anak dari kerumunan menjelang libur Lebaran, terutama di tengah situasi kejadian luar biasa (KLB) campak. Anak juga sebaiknya tidak terlalu sering disentuh atau dicium oleh orang yang tidak dikenal.

Untuk perlindungan tambahan, Piprim menyarankan orang tua segera melengkapi jadwal vaksinasi bagi bayi dan balita sebelum Lebaran, terutama sebelum bertemu banyak orang, sebagai upaya mencegah penularan penyakit menular.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harmoni Lintas Budaya dalam Peringatan Nuzululquran Hasil Kolaborasi Istiqlal, PIK2, dan PITI
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 478, Hari Ini Kamis 12 Maret 2026: Pertemuan Mengharukan Zara dan Danuel Akhirnya Terjadi
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Detik-detik Freya JKT48 Geram setelah Tahu Fotonya Dimanipulasi AI, Kini Berujung Laporkan ke Polisi
• 45 menit lalutvonenews.com
thumb
Boy Bandar Narkoba Penyetor Uang ke Polisi di Bima Ditangkap, Nih Penampakannya!
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Kapolri Tekankan Soliditas Kunci Keberhasilan Operasi Ketupat 2026
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.