Harga Minyak Mentah Indonesia Naik 6,8% Jadi US$ 68,79 per Barel

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Kementerian ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) US$ 68,79 per barel pada Februari, atau naik 6,8% dibandingkan Januari US$ 64,41 per barel. 

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Februari 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaiman mengatakan kenaikan ICP atau harga minyak mentah Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berkembang di pasar minyak global, salah satunya perang di kawasan Timur Tengah.

“Ketegangan geopolitik tersebut memicu berbagai respons kebijakan. Aktivitas militer di kawasan strategis, termasuk latihan militer di wilayah perairan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi jalur distribusi energi global,” ujar Laode dalam siaran pers, dikutip Kamis (12/3).

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Februari dibandingkan Januari:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik US$ 4,38 per barel dari US$ 64,41 per barel menjadi US$ 68,79 per barel
  • Brent (ICE) naik US$ 4,64 per barel dari US$ 64,73 per barel  menjadi US$ 69,37 per barel
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 4,26 per barel dari US$ 60,26 per barel menjadi US$ 64,52 per barel
  • Tanggal Brent naik sebesar US$ 4,35 per barel dari US$ 66,80 per barel menjadi US$ 71,15 per barel
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 5,48 per barel dari US$ 62,31 per barel (per 30 Januari 2026) menjadi US$ 67,79 per barel  (per 26 Februari 2026). 

Serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Rusia turut meningkatkan sentimen pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Selain faktor geopolitik, pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh kondisi pasokan minyak dunia. Laporan Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan adanya penurunan produksi minyak global pada awal 2026, termasuk di negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+).

“Kondisi itu berkontribusi terhadap semakin ketatnya keseimbangan pasokan minyak di pasar global," ujarnya.

Laode juga menyebutkan faktor lain yang turut mempengaruhi kenaikan harga minyak mentah yakni penurunan stok produk minyak di Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan peningkatan konsumsi energi serta tingginya aktivitas ekonomi.

Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pengolahan minyak di Singapura. Throughput minyak mentah Singapura tercatat naik 1% secara bulanan (mom) pada akhir Februari 2026 menjadi 89% dari total kapasitas 1,12 juta barel per hari (bph).

Selain itu, Cina meningkatkan cadangan minyak strategis hingga 1 juta barel, sehingga memperketat fundamental pasar minyak mentah dari sisi pasokan dan permintaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Data Dukcapil: Nama Terpendek di Indonesia 1 Karakter, Terpanjang 79
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Soroti Pembelaan Nadiem Makarim di Sidang Kasus Chromebook, Hinca Puji Ketelitian Jaksa
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Pesan Menyentuh Hariyo Ardhito untuk Cindy Rizap Usai Dugaan Perselingkuhan Terbongkar
• 21 jam laluintipseleb.com
thumb
Polres Temanggung perketat pengawasan BBM bersubsidi jelang lebaran
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Respons Klaim Trump, Iran: Kami yang Tentukan Akhir Perang | SAPA MALAM
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.