Harga Minyak Naik Hampir 5 Persen Usai Serangan Kapal di Selat Hormuz

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia ditutup melonjak pada perdagangan Rabu (11/3), setelah serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pasar energi kembali bergejolak.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent tercatat naik USD 4,18 atau 4,8 persen menjadi USD 91,98 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD 3,80 atau 4,6 persen ke level USD 87,25 per barel.

Kenaikan harga terjadi setelah tiga kapal kembali terkena proyektil di Selat Hormuz pada Rabu, menurut perusahaan keamanan maritim dan manajemen risiko. Dengan insiden terbaru tersebut, jumlah kapal yang diserang di wilayah itu tercatat sedikitnya 14 kapal sejak perang Iran dimulai.

Aktivitas pengiriman di selat sempit tersebut hampir terhenti sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Gangguan ini berpotensi menahan sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan mendorong harga minyak global melonjak ke level tertinggi sejak 2022.

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz jika diperlukan. Namun, sejumlah sumber kepada Reuters menyebut Angkatan Laut AS menolak permintaan industri pelayaran untuk pengawalan militer karena risiko serangan dinilai terlalu tinggi untuk saat ini.

Badan Energi Internasional (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak sebanyak 400 juta barel untuk menekan lonjakan harga energi yang telah naik lebih dari 25 persen sejak perang dimulai. Kerangka waktu pelepasan cadangan tersebut masih akan ditentukan.

Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pelepasan 182 juta barel pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Meski demikian, sejumlah analis menilai langkah itu belum cukup untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan jika konflik di Timur Tengah berlangsung lama.

Analis Macquarie memperkirakan volume pelepasan yang diusulkan hanya setara dengan sekitar empat hari produksi minyak global dan sekitar 16 hari volume minyak mentah yang melewati kawasan Teluk.

"Jika itu terdengar tidak seberapa, memang tidak seberapa," kata para analis dalam sebuah catatan.

Lonjakan harga minyak juga tidak terpengaruh oleh laporan pemerintah AS yang menunjukkan stok minyak mentah negara tersebut meningkat lebih besar dari perkiraan pada pekan lalu. Dalam laporan yang sama, persediaan bensin dan bahan bakar distilat AS, termasuk solar dan bahan bakar jet, justru tercatat turun lebih dalam dari perkiraan.

Sementara itu, perusahaan minyak milik negara Abu Dhabi, ADNOC, menutup kilang Ruwais setelah terjadi kebakaran di salah satu fasilitas dalam kompleks tersebut akibat serangan pesawat tak berawak. Penutupan ini menjadi gangguan terbaru pada infrastruktur energi di kawasan akibat konflik Iran.

Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak terbesar dunia juga dilaporkan meningkatkan pasokan melalui Laut Merah. Namun volume tambahan tersebut masih jauh dari cukup untuk menutupi penurunan aliran minyak dari Selat Hormuz.

Kerajaan tersebut memanfaatkan pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk mempertahankan ekspor dan menghindari penurunan produksi yang lebih tajam, terutama ketika negara-negara tetangganya seperti Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab turut memangkas produksi.

Konsultan energi Wood Mackenzie memperkirakan konflik saat ini memangkas pasokan minyak dan produk energi dari kawasan Teluk hingga sekitar 15 juta barel per hari. Kondisi ini berpotensi mendorong harga minyak mentah melonjak hingga USD 150 per barel.

"Bahkan penyelesaian cepat pun kemungkinan akan menimbulkan gangguan selama berminggu-minggu bagi pasar energi," kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Prakirakan Hujan Intensitas Sedang dan Ringan di Jatim Hari ini
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Siapa yang Menetapkan Cantik Itu Putih? Mari Kita Bongkar Rahasia Wanita Sunda
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pram Sebut Stok Pangan DKI Aman Jelang Lebaran: Harga Tak Naik Melebihi Inflasi
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Coding dan AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan 2026, Berlaku untuk SD hingga SMA
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Nadiem Makarim Bantah Konspirasi Chromebook, Sentil Pernyataan JPU
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.