Dewan Keamanan (DK) PBB telah melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi yang menuntut penghentian serangan Iran terhadap sejumlah negara Arab di kawasan Teluk. Hasilnya, resolusi itu disetujui mayoritas negara.
Dikutip dari akun DK PBB, dua negara yang menyatakan abstain adalah China dan Rusia. Namun, keduanya tampak tidak menggunakan hak veto.
"Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang diprakarsai Bahrain mengenai krisis yang semakin memburuk di Timur Tengah," demikian unggahan PBB di X, Kamis (12/3).
"Abstain: 2 (China and Rusia)," sambungnya.
Sementara, ada 13 negara yang menyetujui rancangan tersebut. Lalu tidak ada negara yang menolaknya.
Sebelumnya, dikutip dari Kantor berita AlJazeera, resolusi itu diminta segera diberlakukan setelah rentetan serangan rudal dan drone yang menargetkan beberapa negara di kawasan.
Rancangan resolusi diajukan oleh Bahrain yang mengecam Iran atas serangan terhadap sejumlah negara Arab.
Dokumen tersebut secara tegas menyerukan “penghentian segera serangan Iran” terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania.
Dorongan resolusi ini muncul setelah meningkatnya serangan lintas negara yang dikaitkan dengan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah negara Teluk melaporkan intersepsi rudal balistik dan drone yang mengarah ke fasilitas energi, pangkalan militer, hingga wilayah sipil.
Selain menuntut penghentian serangan langsung, rancangan resolusi itu juga meminta Iran menghentikan penggunaan kelompok proksi dalam konflik regional.
Dalam teks rancangan tersebut disebutkan bahwa serangan dan aktivitas kelompok bersenjata yang didukung Iran dinilai memperluas eskalasi konflik di Timur Tengah.





