Penulis: Fityan
TVRINews – Leverkusen
Gol Penalti Kai Havertz Batalkan Keunggulan Tuan Rumah dalam Laga Sengit Liga Champions
Arsenal berhasil menghindari hasil memalukan pada leg pertama babak gugur Liga Champions setelah memaksakan hasil imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen di BayArena.
Kai Havertz muncul sebagai penyelamat lewat titik putih saat menghadapi mantan klubnya di tengah dominasi taktis tim asuhan Kasper Hjulmand.
Pertandingan ini diawali dengan sedikit drama di media sosial. Admin Bayer Leverkusen sempat mengunggah pesan bernada kelakar, "Dilarang ada sepak pojok," sebuah sindiran halus bagi ketergantungan Arsenal pada bola mati musim ini. Namun, prediksi tersebut justru berbalik menjadi kenyataan yang ironis bagi tuan rumah.
*Kebuntuan di Rhineland*
Babak pertama berlangsung sangat ketat dan taktis. Hujan deras yang mengguyur wilayah Rhineland sempat menyulitkan petugas lapangan sebelum kick-off, namun intensitas pertandingan langsung memanas sejak menit awal.
Kapten Leverkusen, Robert Andrich, tampil agresif dengan menjatuhkan Viktor Gyökeres di awal laga. Meski melakukan serangkaian pelanggaran keras, Andrich secara kontroversial terhindar dari kartu kuning kedua, sebuah keputusan yang terbukti sangat krusial bagi jalannya pertandingan.
Arsenal, yang difavoritkan setelah menyapu bersih delapan kemenangan di fase grup, justru tampil kurang kreatif. Duet bek William Saliba dan Gabriel Magalhães tampak goyah menghadapi fisik striker muda Leverkusen, Christian Kofane.
Drama Bola Mati
Ironi memuncak di awal babak kedua. Setelah babak pertama berakhir tanpa satu pun sepak pojok, Leverkusen langsung mencetak gol melalui skema tersebut di menit ke-47.
Robert Andrich yang berdiri tanpa kawalan berhasil menanduk bola masuk ke gawang David Raya.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengakui timnya kehilangan momentum setelah gol tersebut.
"Kami kecolongan," ujar Arteta usai laga. "Setelah itu, kami harus benar-benar berjuang keras karena secara emosional tantangannya menjadi sangat berbeda. Tingkat eksekusi kami jelas harus lebih baik, dan itu akan terjadi di leg kedua. Kami akan beradaptasi."
Kembalinya Sang Mantan
Dalam upaya mengejar ketertinggalan, Arteta memasukkan Noni Madueke dan Kai Havertz. Keputusan ini membuahkan hasil di menit-menit akhir. Madueke melakukan manuver lincah di kotak terlarang sebelum dijatuhkan oleh Malik Tillman. Meski kontak fisik terlihat minimal, wasit tetap menunjuk titik putih.
Havertz, yang kembali ke stadion tempat ia dibesarkan, dengan tenang mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan. Meski menyelamatkan hasil pertandingan, performa Arsenal secara keseluruhan mengundang pertanyaan mengenai status mereka sebagai salah satu kandidat juara Eropa.
Di sisi lain, Kasper Hjulmand selaku pelatih Leverkusen menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan penalti tersebut.
"Bagi saya, itu bukan penalti," tegas Hjulmand kepada The Guardian Sport usai jedah. Meski demikian, hasil imbang ini memberikan modal kepercayaan diri bagi Leverkusen saat bertandang ke London pekan depan, sementara Arsenal harus segera membenahi kreativitas lini serang mereka.
Editor: Redaktur TVRINews





