Netanyahu Dianggap Siap Gunakan Senjata Nuklir Jika Perang Iran Memburuk

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Washington: Mantan Kepala Staf Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Kolonel (Purn) Lawrence Wilkerson, memperingatkan pada Rabu, 11 Maret, bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan besar akan menggunakan senjata nuklir.

Hal itu bisa saja dilakukannya jika konfrontasi militer dengan Iran terus mengalami eskalasi. Peringatan ini disampaikan Wilkerson saat perang AS-Israel melawan Iran memasuki hari ke-11.

Wilkerson menyebutkan bahwa Netanyahu telah memberikan sinyal kuat kepada kelompok internalnya mengenai kesiapan menggunakan kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh Iran.

"Saya yakin Netanyahu siap menggunakan senjata nuklir jika situasi di lapangan menjadi tidak terkendali, karena Iran bahkan belum mulai meluncurkan rudal-rudal paling canggih mereka," ujar Wilkerson, seperti dikutip democracynow, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam wawancaranya, Wilkerson melayangkan kritik tajam terhadap pemerintahan Donald Trump. Ia menilai AS telah melakukan pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang yang sistematis dalam sepuluh hari terakhir.

AS dinilai menargetkan sipil dengan melakukan penembakan secara terus-menerus terhadap pemukiman, sekolah, dan rumah sakit. Selain itu, AS menyerang fasilitas minyak Iran yang menyebabkan polusi udara masif bagi lebih dari 10 juta penduduk. Wilkerson menyebut perang ini sebagai perang pilihan yang ilegal dan melanggar Konstitusi AS karena dimulai tanpa pertimbangan matang terhadap kedaulatan Iran.

Berbeda dengan klaim Presiden Trump yang menyebut perang hampir selesai, Wilkerson mengungkapkan bahwa aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah justru mengalami kehancuran besar. 

Infrastruktur radar bernilai miliaran dolar di Bahrain dan Teluk telah dilumpuhkan dan fasilitas pemuatan rudal vertikal di Bahrain hancur, memaksa kapal-kapal perang AS menempuh jarak jauh ke Diego Garcia untuk mengisi ulang persenjataan.

Sementara itu, pangkalan Al-Udeid dan fasilitas di Kuwait dilaporkan berada di bawah ancaman serius, yang menghambat kemampuan AS untuk meluncurkan operasi darat.

Wilkerson menegaskan bahwa Trump dan tim keamanan nasionalnya telah salah menilai kekuatan Iran. Dengan populasi 93 juta jiwa dan medan yang sulit, invasi darat ke Iran dinilai sebagai bunuh diri ekonomi dan fisik bagi Amerika Serikat.

"Ini adalah awal dari mundurnya kekaisaran Amerika dari Timur Tengah," tegasnya. Ia juga memperingatkan bahwa kelompok Houthi di Yaman akan segera menutup total Selat Bab al-Mandeb. Mengingat 60 persen perdagangan dunia melewati Laut Merah, penutupan ini diprediksi akan melumpuhkan ekonomi global, tidak hanya di sektor energi tetapi juga komoditas pangan.

Wilkerson juga mengkritik keras sensor militer yang diberlakukan di Israel, yang mencegah media arus utama melaporkan tingkat kerusakan nyata di Tel Aviv dan Haifa. Menurutnya, pemadaman informasi ini membuat rakyat Amerika tidak menyadari betapa berbahayanya situasi yang sedang berlangsung, termasuk potensi kekalahan taktis AS di kawasan tersebut.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Olahraga Iran Pastikan Negaranya Tak Ikut Piala Dunia 2026 Buntut Perang Lawan AS-Israel
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Gojek Catat EBITDA yang Disesuaikan Melesat 105% di 2025 Jadi Rp1,4 T
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Menko Zulhas: Fasilitas Waste to Energy Mulai Beroperasi 2027
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Houthi Dituduh Tebar Teror di Bulan Ramadhan
• 6 jam lalurealita.co
thumb
TSMC Catat Penjualan Rp380 Triliun pada Awal 2026, Naik 30 Persen
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.