Menko Zulhas: Fasilitas Waste to Energy Mulai Beroperasi 2027

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menargetkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (WtE) mulai beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah di sejumlah kota besar.

Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas mengatakan, pembangunan fasilitas WtE pada tahap awal akan dilakukan di empat kawasan, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta.

“Janji kami, akhir 2027 Waste to Energy sudah ada yang beroperasi. Awal 2028 empat proyek ini juga sudah selesai, kemudian disusul pembangunan di 14 lokasi lain yang kami harapkan rampung pada pertengahan hingga akhir 2028,” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Kamis, 12 Maret 2026.

Pada tahap kedua, pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas WtE di 14 wilayah lainnya. Sejumlah daerah yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Jakarta, Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, dan Tangerang.

Menurut Zulkifli Hasan, peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Setiap fasilitas dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Ia menilai persoalan sampah di kawasan perkotaan telah menjadi perhatian serius pemerintah sehingga percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern menjadi prioritas.

“Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Karena itu ada beberapa cara yang kami lakukan, salah satunya melalui Waste to Energy, selain pengelolaan sampah untuk kapasitas di bawah 1.000 ton per hari dan metode lainnya,” ujarnya.

Dalam pengembangan proyek ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara, serta menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional dan sejumlah perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang akan digunakan dalam proyek WtE.

Sebelumnya, Danantara Indonesia juga telah mengumumkan mitra operator untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.

Perusahaan yang terpilih antara lain Wangneng Environment Co Ltd sebagai operator pembangkit di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd sebagai operator fasilitas serupa di Denpasar.

Melalui pembangunan fasilitas WtE, pemerintah berharap persoalan penumpukan sampah di kota-kota besar dapat ditangani sekaligus menghasilkan sumber energi alternatif dari limbah perkotaan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KARA Borong Penghargaan IBEICV 2026 Berkat Kepercayaan Konsumen
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
KKP susun baseline lamun untuk perkuat tata kelola karbon biru
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Mengenal Puisi Esai dan Cara Baru Membaca Peristiwa Sejarah
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Puan: Terkait Haji Harus Tetap Dilaksanakan, tapi Evaluasi dan Antisipasi Situasi Geopolitik Global
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dalam Kasus Peredaran Narkoba, Paling Tinggi dari Terdakwa Lain
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.