Sejumlah anggota parlemen di India menyuarakan kekhawatiran atas kelangkaan gas alam cair atau LPG yang mulai meluas di beberapa wilayah negara bagian India akibat dampak dari konflik di Timur Tengah.
Krisis pasokan ini paling terasa di negara bagian Karnataka di India selatan dan Maharashtra di bagian barat daya.
Kelangkaan LPG tersebut disebut-sebut sebagai dampak dari konflik perang AS-Israel melawan Iran yang sudah berlangsung 2 pekan.
Laporan itu menyebut beberapa hari terakhir, harga tabung LPG rumah tangga dilaporkan naik sekitar 60 rupee India, atau setara hampir 0,65 dolar AS.
Sementara itu, harga tabung LPG untuk kebutuhan komersial meningkat sekitar 115 rupee India, atau hampir 1,25 dolar AS.
Kenaikan harga dan terbatasnya pasokan LPG turut memukul sektor perhotelan dan restoran. Media lokal India Today bahkan melaporkan sekitar 20 persen hotel dan restoran di kota Mumbai terpaksa menghentikan operasional akibat kelangkaan bahan bakar tersebut.
Menanggapi situasi ini, anggota parlemen dari Partai Bharatiya Janata Party, Tejasvi Surya, mengirim surat kepada Menteri Perminyakan dan Gas Alam India Hardeep Singh Puri.
Dalam surat itu ia mendesak pemerintah memastikan keberlanjutan pasokan LPG, terutama untuk sektor restoran dan perhotelan.
Surya juga menyoroti kesulitan yang dialami pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Hotel Bangalore terkait pasokan LPG.
Sementara itu, anggota parlemen dari partai oposisi utama Indian National Congress, Jebi Mather, menyebut kondisi kelangkaan LPG sudah mengganggu aktivitas usaha di berbagai kota besar.
"Para pengusaha hotel di Chennai, Bengaluru, dan Pune secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak memiliki LPG dan terpaksa menutup hotel mereka. Hal yang sama juga terjadi di wilayah lain di negara ini. Kami khawatir,”" ujarnya kepada wartawan di New Delhi.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah India mengambil langkah darurat dengan memberlakukan Essential Commodities Act 1955 pada Selasa (10/3).
Kebijakan ini bertujuan mengatur ketersediaan, pasokan, serta distribusi minyak bumi, produk turunan minyak, dan gas alam agar tetap merata.
Melalui perintah resmi, pemerintah federal juga menginstruksikan kilang minyak dan unit petrokimia untuk memaksimalkan produksi LPG serta mengalihkan sebagian aliran hidrokarbon utama ke pasokan LPG nasional.
Langkah ini diharapkan dapat meredakan krisis pasokan yang mulai berdampak pada berbagai sektor ekonomi di India.





