Basel, VIVA – Performa impresif ditunjukkan tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dalam turnamen Swiss Open 2026. Pebulu tangkis andalan Merah Putih itu melanjutkan tren positifnya setelah menyingkirkan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei, pada babak 32 besar.
Bertanding di arena St. Jakobshalle, di kota Basel, Rabu 11 Maret 2026, Ginting tampil solid sejak awal pertandingan. Ia sukses mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-17 dalam waktu 42 menit.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Ginting di turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut setelah sebelumnya harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi.
"Pertama mengucap syukur bisa bermain baik hari ini, bisa mengeluarkan semuanya dengan baik. Kami sudah sering bertemu sebelumnya, walau terakhir kali sudah cukup lama juga, tapi secara garis besar sudah ada strategi apa yang harus disiapkan," ujar Ginting dalam keterangan yang dikutip PBSI, Kamis 12 Maret 2026.
Dalam pertemuan ke-11 melawan Wang, Ginting mengaku mencoba tampil lebih berani saat mengolah bola. Ia sadar lawannya bukan tipe pemain yang mudah memberikan poin. Karena itu, strategi dan kesabaran menjadi kunci agar bisa mengontrol jalannya pertandingan.
"Selain itu, saya juga tidak banyak melakukan kesalahan sendiri," ungkapnya.
Perjalanan Ginting di Swiss Open tahun ini memang tidak mudah. Ia harus memulai dari babak kualifikasi dan sempat terlibat duel sengit melawan pemain China, Zhu Xuan Chen. Saat itu, Ginting dipaksa bermain tiga gim sebelum akhirnya menang dengan skor 16-21, 22-20, dan 21-10.
Keberhasilan lolos dari kualifikasi membuatnya melaju ke babak utama. Di sisi lain, lawannya saat itu, pemain Belgia Julien Carraggi, mendapat promosi ke babak utama setelah pebulu tangkis Taiwan Chi Yu Jen memutuskan mundur dari turnamen.
Ginting juga menyoroti ketatnya persaingan di sektor tunggal putra pada turnamen kali ini. Menurutnya, banyak pemain top dunia yang turun bertanding sehingga hampir setiap laga berjalan sengit. Meski demikian, pemain berusia 29 tahun itu memilih untuk tidak terlalu memikirkan peta persaingan dan lebih fokus pada performanya sendiri di lapangan.





