Harga Minyak Mentah Melonjak, Ojol Bermotor Listrik Tak Lagi Khawatir BBM

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran terhadap potensi lonjakan harga serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Harga Minyak Mentah Melonjak, Ojol Bermotor Listrik Tak Lagi Khawatir BBM. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kenaikan harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran terhadap potensi lonjakan harga serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Namun, situasi tersebut tidak terlalu dirasakan oleh pengemudi ojek online (ojol) yang menggunakan motor listrik.

Dalam dua pekan terakhir, memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS) serta Israel kembali memicu kegelisahan di pasar energi global.

Baca Juga:
Driver Ojol di Jakarta Makin Sulit Dicari Jelang Lebaran, Ini Penjelasan Gojek

Konflik tersebut meningkatkan risiko terganggunya pasokan minyak dunia, terutama jika jalur distribusi vital seperti Selat Hormuz ikut terdampak.

Situasi ini mendorong harga minyak mentah melonjak hingga sempat menembus USD110 per barel, jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN Indonesia yang dipatok sekitar USD70 per barel.

Baca Juga:
Bonus Lebaran Grab Naik 3 Kali Lipat, Mitra Ojol Terima Minimal Rp150 Ribu

Mengacu pada data Indef, setiap kenaikan USD10 per barel di atas asumsi awal berpotensi menambah beban anggaran sekitar Rp80 triliun.

Jika harga minyak naik hingga USD120 per barel, tambahan beban yang harus ditanggung pemerintah diperkirakan dapat mencapai Rp400 triliun.

Baca Juga:
Ojol, Kurir, dan Sopir Kerja Lebih Tenang: Iuran JKK–JKM Didiskon 50 Persen

Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi, lonjakan harga minyak dunia berpotensi menambah tekanan terhadap harga BBM di dalam negeri.

Di sisi lain, risiko gangguan pasokan energi global juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas distribusi BBM, mengingat cadangan operasional nasional hanya mampu menopang kebutuhan konsumsi sekitar 20-23 hari.

Di Sumatera Utara, antrean panjang di sejumlah SPBU mulai terlihat seiring munculnya kepanikan pengguna kendaraan yang khawatir terjadi kelangkaan BBM.

 Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas harga minyak dunia semakin terasa dampaknya bagi perekonomian domestik, termasuk bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas harian pada kendaraan bermotor.

Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap kenaikan harga BBM adalah para pengemudi ojol. Dengan jumlah yang diperkirakan mencapai sekitar 6 juta orang di Indonesia, lonjakan harga BBM dapat langsung meningkatkan biaya operasional harian mereka.

Namun, kekhawatiran tersebut tidak dirasakan Acel Yusde Pario, salah satu mitra pengemudi ojol yang telah bergabung sejak 2017. Ia mengaku sudah beralih menggunakan motor listrik sejak pertengahan 2024.

Menurut perhitungannya, saat masih menggunakan motor berbahan bakar bensin, ia harus mengeluarkan sekitar Rp60.000 per hari hanya untuk membeli BBM. Biaya itu belum termasuk pengeluaran lain seperti perawatan kendaraan di bengkel hingga pajak tahunan.

Acel menuturkan, keputusan beralih ke motor listrik awalnya diambil dengan rasa ragu karena itu merupakan pengalaman pertamanya menggunakan kendaraan listrik. Namun setelah mencobanya selama beberapa waktu, ia justru semakin yakin dengan pilihannya.

Bahkan, ia kemudian menambah satu unit motor listrik lagi untuk digunakan di rumah. Motor listrik yang dipakainya merupakan produk dari Electrum yang diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 200 kilometer dalam sehari.

Motor listrik yang digunakannya tersebut memakai skema sewa milik. Karena unit yang dipakai bukan motor baru, Acel membayar biaya sekitar Rp55.000 per hari, ditambah biaya penggunaan baterai sekitar Rp25.000 per hari.

“Motor Electrum ini karena kilometer-nya sudah di atas 7.000, jadi saya harus bayar harga tersebut sampai 532 hari atau sekitar satu tahun tujuh bulan,” kata Acel.

Jika dibandingkan dengan cicilan motor berbahan bakar bensin, Acel menilai biaya tersebut masih lebih hemat. Sebagai gambaran, cicilan motor bensin seperti Honda Vario bisa mencapai sekitar Rp2,3 juta per bulan, belum termasuk pengeluaran untuk bahan bakar, servis berkala, serta pajak kendaraan.

Di sisi lain, kebijakan insentif pemerintah menetapkan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk kendaraan listrik berbasis baterai sebesar 0 persen.

Sebagai perbandingan, motor berbahan bakar bensin dikenakan PKB sekitar 1–2 persen dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Sebagai ilustrasi, motor 150cc dengan NJKB Rp25 juta akan dikenai PKB sekitar Rp375.000 hingga Rp500.000 per tahun. Sementara itu, pengguna motor listrik hanya perlu membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) atau asuransi sekitar Rp35.000.

“Soal pajak juga ringan. Saya bayar sekitar Rp35.000 untuk asuransi saja,” ujarnya.

Dari sisi perawatan, motor listrik juga dinilai lebih sederhana. Perawatan yang dilakukan umumnya hanya berupa pengecekan sistem kelistrikan, dan hingga saat ini sebagian besar masih ditanggung oleh penyedia layanan.

Selama menggunakan motor listrik, Acel mengaku belum mengalami kendala berarti. Bahkan, menurutnya kendaraan listrik relatif lebih aman digunakan saat menghadapi kondisi banjir.

Pada motor berbahan bakar bensin, air berisiko masuk ke knalpot dan menyebabkan mesin mogok.

Sementara pada motor listrik, selama air tidak mencapai bagian jok yang menjadi tempat baterai, kendaraan masih dapat beroperasi dengan aman.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin mantap menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari.

“Sejauh ini saya belum akan beralih ke motor bensin lagi. Saya masih nyaman menggunakan motor listrik,” demikian tutur Acel. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Dunia Turun ke USD 5.170 per Ons
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Screen Time Anak Capai 7 Jam Sehari, SKB 7 Menteri Atur AI di Pendidikan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Maissy, Mantan Penyanyi Cilik yang Alih Profesi Jadi Dokter, Suaminya Diduga Selingkuh dengan Koas
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Kemenpar Genjot Promosi Pariwisata RI Lewat Serial First Class Indonesia, Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisatawan Global
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Google Klaim "Agentic AI" Jadi Babak Baru untuk Industri Iklan
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.