BGN Setop Sementara SPPG Pademawu Usai Kontroversi Menu MBG

tvrinews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu, Desa Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Kebijakan tersebut diambil menyusul polemik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa lele yang diduga masih mentah dan viral di media sosial.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengatakan penghentian sementara dilakukan untuk memastikan proses pengolahan makanan dalam program MBG berjalan sesuai standar.

“Permasalahan yang muncul terkait menu tersebut dinilai berdampak pada kelancaran distribusi program MBG di wilayah itu. Karena itu, operasional SPPG Pademawu Buddagan kami hentikan sementara,” kata Dony dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari proses evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dapur layanan gizi tersebut, termasuk prosedur pengolahan hingga penyajian makanan kepada penerima manfaat.

“Kami akan melakukan evaluasi serta pembinaan kepada pihak pengelola agar standar keamanan pangan dan kualitas layanan dapat terjaga,” ujarnya.

Dony menambahkan, layanan SPPG akan kembali beroperasi setelah proses perbaikan sistem dan pembinaan dinyatakan selesai.

“Operasional akan dibuka kembali apabila seluruh tahapan evaluasi dan perbaikan telah memenuhi ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan menu MBG berupa lele yang belum dimasak beredar luas di media sosial pada Senin (9/3). Rekaman tersebut disebut diambil di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan dan memicu perbincangan publik.

Menanggapi hal itu, Ahli Gizi SPPG Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa menu tersebut menggunakan metode marinasi pada ikan lele.

“Lele dimarinasi sebagai upaya menjaga kandungan gizinya tetap optimal sekaligus menambah asupan protein pada menu hari tersebut,” kata Fikri.

Ia juga menyebutkan bahwa proses marinasi dapat membantu mempertahankan kualitas ikan sehingga masih layak dikonsumi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Tahun Danantara, TASPEN Turut Serta Berbagi Cahaya Kebahagiaan Untuk Anak Sekolah di Bengkulu
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Satgas PRR Rampungkan 81 Persen Target Pembangunan Huntara di Sumatera
• 16 jam laludetik.com
thumb
BI Sulsel Dorong Integrasi Ekosistem Halal Nasional
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Cermati Fluktuasi Harga Minyak Dunia Sebelum Menambah Subsidi BBM
• 29 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Profil Nadia Omara, Kreator Konten Cerita Horor, Kriminal, hingga Misteri dengan Jutaan Subscriber di YouTube!
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.