Dirut PT Agrinas Tak Hadir, Komisi VI DPR Putuskan Tunda Rapat untuk Bahas Program Gerai Koperasi Desa Merah Putih

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyatakan rapat terkait pembangunan gerai dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMMP) ditunda karena  ketidakhadiran Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara.

Menurutnya, penundaan ini dilakukan agar pembahasan bersama pemerintah dan pihak terkait dapat dilakukan secara lebih komprehensif, khususnya terkait akuntabilitas dan efektivitas program di lapangan.

BACA JUGA: Nurdin Halid DPR Dorong Ketersediaan BBM di SPBU Menjelang Arus Mudik Lebaran 2026

Hal tersebut disampaikan saat Rapat yang dilakukan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Gedung Nusantara 1 yang mengundang Kementerian Koperasi dan juga PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dia memahami bahwa rapat tersebut sebenarnya bernilai strategis karena menyangkut pertanggungjawaban program yang menjadi perhatian publik.

BACA JUGA: Nurdin Halid DPR: Impor 105.000 Kendaraan Niaga Harus Sejalan Pasal 33 UUD 1945 & Penguatan Industri Nasional

Menurut Nurdin Halid, Komisi VI DPR juga telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah untuk melihat langsung perkembangan pembangunan gerai serta pembentukan koperasi desa.

“Rapat ini sangat penting dan strategis berkaitan dengan akuntabilitas. Rakyat semua melihat ini. Kami juga sudah melakukan kunjungan kerja ke lapangan dan melihat perkembangan pembangunan gerai maupun pembentukan koperasi desa,” ujar Nurdin Halid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/03/2026).

BACA JUGA: Nurdin Halid Guyur Bonus Petenis Indonesia Peraih Emas SEA Games 2025

Politikus Fraksi Partai Golkar DPR RI ini menjelaskan dari hasil peninjauan lapangan, Komisi VI DPR menemukan sejumlah hal yang perlu diklarifikasi kepada Kementerian Koperasi serta perusahaan pelaksana, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara. Klarifikasi tersebut mencakup aspek manajemen, administrasi, hingga efektivitas pembangunan gerai di desa-desa.

“Ada desa yang penduduknya hanya sekitar 150 atau 200 orang tetapi ditempatkan gerai. Ini tidak mungkin bisa efektif dan produktif. Hal-hal seperti ini harus kita sinkronkan dengan Kementerian Koperasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya turut menerima informasi bahwa pengelolaan usaha gerai selama dua tahun pertama akan dijalankan oleh PT Agrinas Pangan.

Skema tersebut, menurutnya, perlu dikaji kembali karena dianggap tidak sepenuhnya sejalan dengan harapan masyarakat desa terhadap pengelolaan koperasi dan asas dari koperasi itu sendiri.

Dia menambahkan berbagai masukan dan protes dari masyarakat telah muncul terkait implementasi program tersebut.

Meski demikian, Komisi VI DPR menegaskan tetap mendukung program pemerintah sepanjang pelaksanaannya sesuai dengan tujuan awal.

“Komisi VI DPR sangat mendukung program Bapak Presiden, tetapi dalam implementasinya jangan sampai tidak sesuai dengan harapan Presiden dan masyarakat desa,” tegas Nurdin.

Oleh karena itu, mewakili Komisi VI DPR, ia memandang penting kehadiran pimpinan PT Agrinas Pangan bersama Menteri Koperasi dalam rapat lanjutan agar dapat memberikan penjelasan langsung terkait kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan.

“Oleh karena itu, kehadiran Dirut PT Agrinas Pangan sebagai penentu kebijakan bersama Menteri Koperasi sangat penting. Untuk itu, kami memutuskan untuk menunda rapat ini,” pungkas Legislator Dapil Sulawesi Selatan II ini.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Finnet Raih Penghargaan Indonesia Best Employee Well-Being 2025, SDM Jadi Aset Utama
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Pabrik Mi Berformalin di Boyolali Dibongkar Polisi, Kapasitas Produksi 1,5 Ton per Hari
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Pelatih Bela Diri Nasional Tersangka Pencabulan Atlet Ditahan Polda Jatim
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Satu Tahun Danantara, Telkom Salurkan 2.500 Paket Sekolah ke Kalimantan Utara
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
ASDP Alihkan Layanan Bajoe-Kolaka ke Siwa karena Perbaikan Dermaga Bajoe, Ini Informasi Tiketnya
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.