KOI Imbau Atlet Berani Laporkan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Dunia Olahraga, Tegaskan Ada Program Safeguarding

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com -  Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, mengimbau para atlet untuk berani melapor jika mengalami tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan olahraga. Pasalnya keberanian untuk bersuara sangat penting agar kasus serupa tidak terus berulang.

Imbauan tersebut disampaikan Raja Sapta Oktohari saat menghadiri perayaan HUT ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Imbauan tersebut dilakukann karena menurutnya setiap laporan dari atlet memiliki arti penting karena dapat mewakili banyak pihak lain yang mungkin mengalami hal serupa tetapi belum berani menyampaikannya.

"Jangan diam karena setiap suara itu bisa mewakili teman-teman lain yang mungkin hari ini ada yang diam (tidak berani melapor)," kata Oktohari kepada awak media.

Pernyataan ini disampaikan menyusul munculnya dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang melibatkan atlet dari cabang olahraga panjat tebing serta kickboxing. 

Oktohari memberikan apresiasi kepada para atlet serta pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang telah berani menyampaikan laporan terkait dugaan kekerasan fisik maupun pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala pelatih. 

Setelah kasus tersebut mencuat, kini muncul pula laporan lain mengenai dugaan pelecehan seksual yang dialami atlet dari cabor kickboxing.

Ia menjelaskan bahwa KOI telah memiliki Program Safeguarding yang bertujuan melindungi seluruh insan olahraga dari berbagai bentuk tindakan yang merugikan. 

Menpora Erick Thohir, Yenny Wahid, Raja Sapta Oktohari dalam acara perayaan HUT ke-64 KOI di Jakarta, Rabu (11/3/2026)
Sumber :
  • ANTARA/Aloysius Lewokeda

Program Safeguarding mencakup perlindungan terhadap kekerasan, pelecehan, diskriminasi, serta berbagai bentuk penyalahgunaan lainnya di lingkungan olahraga.

Menurut Oktohari, setiap cabang olahraga di Indonesia juga telah menjalin koordinasi dengan KOI untuk memastikan penerapan Program Safeguarding berjalan dengan baik. 

Langkah adanya program Safeguarding diharapkan dapat menciptakan lingkungan olahraga yang aman bagi atlet, pelatih, maupun seluruh pihak yang terlibat.

Lebih lanjut, ia kembali menekankan agar para atlet, ofisial, maupun pihak lain yang berada di lingkungan olahraga tidak ragu untuk berbicara jika mengalami perlakuan yang melanggar norma, termasuk kekerasan fisik maupun pelecehan seksual.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bacaan Doa Lailatul Qadar Arab Latin dan Artinya, Amalan Penting di 10 Hari Terakhir Ramadhan
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Catat! Ini Prediksi Kapolri soal Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Siapa yang Menetapkan Cantik Itu Putih? Mari Kita Bongkar Rahasia Wanita Sunda
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Praperadilan Lee Kah Hin, Haris Azhar: Kasus ini Tidak Sesuai Prinsip HAM
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Dilema Potongan Terakhir: Ketika Budaya “Tidak Enakan” Mengendalikan Meja Makan
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.