Menakar Peluang IHSG Kembali ke Level 9.000

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Indonesia memulai triwulan I/2026 dengan optimisme dan tekanan sekaligus. Dalam periode ini, indeks saham gabungan (IHSG) sempat mencetak rekor tertinggi baru, namun juga jatuh dalam lebih dari 20% dari puncaknya.

Ujian bertubi-tubi sehingga IHSG tertekan datang dari berbagai institusi keuangan global, seperti MSCI Inc., Moody’s, Fitch Ratings, hingga ketegangan geopolitik yang memuncak di Iran telah membuat IHSG ambles 14,54% jika dibanding posisi penutupan akhir 2025. Upaya IHSG untuk mampu kembali melantai di level 9.000 kini menjadi tantangan yang tidak mudah.

COO Bareksa Ni Putu Kurniasari menilai peluang untuk IHSG kembali menguat ke level 9.000 pada akhir 2026 membutuhkan sejumlah prasyarat seperti ketegangan geopolitik yang mulai mereda, MSCI Inc. mulai kembali mempercayai pasar modal Indonesia, hingga arah kebijakan fiskal yang terjaga.

Namun begitu, peluang IHSG untuk menguat pada paruh pertama 2026 dinilai cukup berat. Hal itu lantaran sentimen tidak hanya datang dari defisit fiskal nasional, tetapi juga ketegangan geopolitik yang membuat pasar keuangan global mengambil langkah risk off.

”Jadi kalau sampai semester 1 ini sih kita rasa masih banyak question mark-nya lah. Tapi kalau sampai di semester akhir mungkin, kami melihatnya sih lebih positif. Jika kebijakan fiskalnya nanti, APBN-nya diberikan kebijakan oleh Pak Purbaya,” katanya di Jakarta, Rabu (11/3/2026) malam.

Optimisme itu salah satunya didukung oleh kinerja laporan keuangan perusahaan yang cenderung positif pada tahun lalu. Hal itu menunjukkan bahwa kinerja fundamental bisnis riil cenderung bertumbuh.

Baca Juga

  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis, 12 Maret 2026
  • Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini Kamis, 12 Maret 2026 di Pegadaian
  • Harga Emas Antam Hari Ini Kamis, 12 Maret 2026 di Pegadaian

Belum lagi, suku bunga acuan kini berada di level yang rendah dan kalangan analis memprediksi pemangkasan lanjutan ke depan.

”Tinggal situasi yang domestik bagaimana pemerintah juga menjaga kestabilan dari sisi rupiah, karena rupiah sebenarnya juga bukan hanya sisi levelnya tapi juga fluktuasi rupiahnya. Jadi kalau dikatakan sampai akhir tahun sebetulnya 9.000, sih. Balik lagi ke posisi sebelumnya,” tambah Putu.

IHSG - TradingView

Putu menilai, posisi saham di pasar modal Indonesia dibandingkan dengan pasar modal di regional, cenderung murah. Investor asing dinilai hanya menunggu konfirmasi arah kebijakan yang lebih stabil dari pemerintah ke depan.

”Karena kemarin ada question mark, makanya dia belum berani masuk ke pasar kita,” tambahnya.

Sementara itu, Head of Investment Bareksa Christian Halim, menilai bahwa upaya reformasi pasar yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO, diprediksi akan diterima positif oleh MSCI. Menurutnya, langkah otoritas untuk melakukan pembenahan pasar, seperti keterbukaan data investor di atas 1% hingga penambahan minimum free float merupakan langkah yang positif.

Namun, peluang menguatnya pasar modal Indonesia pada paruh pertama 2026 dinilai cenderung berat, lantaran perang yang masih berkecamuk di Iran. Hal itu dinilai berpotensi mengganggu pasokan BBM hingga menaikkan laju inflasi Tanah Air.

”Ini kayaknya sih downgrade ya. Di akhir tahun kan para sekuritas itu ada yang memasang target IHSG di 9.000 sampai 10.000 ya. Tapi dengan keadaan seperti ini, ya mungkin harus ada revisi lah. Mungkin kenaikannya tidak bisa sampai setinggi itu menurut kami,” katanya pada kesempatan yang sama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kelme Launching Jersey Baru Timnas Indonesia Malam Ini, Segini Harganya
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Stop Obat Darah Tinggi Karena Takut Ginjal Rusak? Apa Benar?
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Jimat Lionel Messi, Juventus Tambahkan Emiliano Martinez ke Daftar Kiper Buruan Mereka
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Bersama Siswa SLB, Khofifah Gelar Kegiatan Belanja di Mal Bukan di Pasar Tradisional
• 10 jam lalurealita.co
thumb
AI Dikhawatirkan Picu Siswa Malas, Mendikdasmen: Tulis Tangan Diaktifkan Lagi
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.