AI Dikhawatirkan Picu Siswa Malas, Mendikdasmen: Tulis Tangan Diaktifkan Lagi

detik.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menanggapi penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang dikhawatirkan akan mengakibatkan kemalasan intelektual untuk para murid. Mu'ti menyebut pihaknya akan kembali mengaktifkan kegiatan tulis tangan.

"Kami kan mengombinasikan itu (pembelajaran digital) dengan model pembelajaran yang dalam tanda petik konvensional atau tradisional. Misalnya kegiatan menulis itu kita aktifkan lagi sekarang," kata Mu'ti kepada wartawan di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Mendikdasmen Sebut SKB 7 Menteri Atur Kode Etik Penggunaan AI di Pendidikan

Mu'ti mencontohkan penugasan yang mengombinasikan pembelajaran digital dan tradisional. Salah satunya, katanya, pembuatan resume video atau film dengan tulisan tangan.

"Jadi misalnya dia dengan IFP (interactive flat panel) itu dia bisa nonton pembelajaran dengan IFP yang ada, nonton film atau mungkin pembelajaran dalam bentuk video dan tayangan lain, tapi nanti mereka membuat resume itu dengan tulisan tangan," katanya.

Mu'ti menyebut, dengan tulis tangan, siswa akan lebih terlatih secara motorik. Dia membandingkan dengan penggunaan ponsel dalam pembelajaran yang hanya menggunakan dua jari.

"Menulis itu tidak hanya mengemukakan gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga melatih motorik supaya mereka juga tetap bisa bergerak aktif gitu. Kan kalau pakai HP kan cuma dua jari, ininya (pergelangan tangan) nggak ikut gerak. Nah kalau nulis kan semuanya ikut gerak," katanya.

Baca juga: Menko PMK: Pendidikan Dasar-Menengah Tak Boleh Pakai AI Instan Seperti ChatGPT

Mu'ti berharap adanya teknologi pembelajaran dan metode pembelajaran tradisional yang dikombinasikan akan membuat siswa menjadi autentik dalam berpikir. Dia juga berharap siswa akan lebih bisa menyampaikan gagasan dengan metode tersebut.

"Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu sehingga kita kombinasikan antara penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dengan sistem pembelajaran, dalam tanda petik ya, tradisional yang menekankan pada kemampuan-kemampuan otentik anak dalam berpikir, menyampaikan gagasan dan menulis," katanya.




(idn/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pentagon: Biaya Serangan 6 Hari Pertama AS ke Iran Capai Rp190 Triliun
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polda Banten Menghancurkan 7.733 Botol Miras, Lihat Itu
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara Kasus Pengedaran Narkotika
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Kapolri Wanti-wanti Pemudik: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
• 16 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.