Armada Kapal Hantu Ditemukan di Selat Hormuz, 1.100 Kapal Tanker Minyak Dilanda Kerusakan Navigasi

erabaru.net
17 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Jalur utama transportasi energi dunia, Selat Hormuz, baru-baru ini mengalami gangguan elektronik serius. Jalur pelayaran yang biasanya sangat sibuk itu terlihat kacau dalam tampilan pelacakan satelit. Layar dipenuhi ribuan kapal “hantu” yang tampak aneh.

Pada saat yang sama, harga minyak global pada Selasa turun tajam, terutama karena pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang meredakan kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Menurut laporan Bloomberg, data pelacakan terbaru menunjukkan bahwa di sekitar Selat Hormuz muncul setidaknya 12 kelompok kapal, dan beberapa kelompok bahkan berisi lebih dari 200 kapal berbagai jenis.

Di layar pemantauan, kapal-kapal tersebut membentuk pola yang aneh. Misalnya, muncul formasi lingkaran di wilayah daratan Abu Dhabi, sementara di lepas pantai Ruwais terlihat susunan kapal berbentuk huruf “Z terbalik”.

Yang lebih aneh lagi, kecepatan kapal yang dilaporkan menunjukkan data yang “tidak masuk akal”. Contohnya, kapal tanker “Aspruda” pada 9 Maret tercatat memiliki kecepatan 102,2 knot, sekitar 190 km/jam, padahal kecepatan maksimum normal kapal tanker jenis ini hanya sekitar 16 knot atau sekitar 30 km/jam.

Perusahaan intelijen maritim Windward menyatakan bahwa gangguan elektronik telah muncul sejak awal konflik dan sejauh ini telah mempengaruhi lebih dari 1.100 kapal di Teluk Persia.

Para ahli mengatakan bahwa anomali tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan elektronik, yang biasanya terjadi ketika ketegangan geopolitik meningkat dan militer melakukan perang elektronik. Ketika sistem navigasi terganggu, posisi dan kecepatan kapal pada platform pelacakan bisa menampilkan data yang tidak wajar.

Seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah, industri pelayaran semakin khawatir terhadap risiko di kawasan tersebut. Baru-baru ini beberapa kapal telah diserang rudal atau senjata lainnya, menyebabkan premi asuransi melonjak tajam, bahkan beberapa perusahaan asuransi besar menolak memberikan perlindungan bagi kapal-kapal tersebut.

Untuk memulihkan ketertiban pelayaran, pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan menyediakan asuransi kapal dan pengawalan angkatan laut guna mendorong kapal kembali berlayar di jalur tersebut.

Pada Senin (9/3/2026), Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran hampir berakhir, dan Washington sedang mempertimbangkan untuk “mengambil alih” pengawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan dengan tegas bahwa jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut, Teheran tidak akan mengizinkan “bahkan satu liter minyak pun” keluar dari kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump kemudian memperingatkan bahwa jika Iran menghalangi ekspor minyak, Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang lebih keras terhadap Iran.

Pada saat yang sama, beberapa sumber menyebutkan bahwa pemerintah Trump juga sedang mempertimbangkan melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia serta melepaskan cadangan minyak darurat untuk menekan lonjakan harga minyak.

Pada Selasa, dua kontrak utama minyak mentah sempat turun hingga 11% dalam perdagangan intraday, setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.

Hingga pukul 12:30 siang waktu Pantai Timur AS (10 Maret):

Pada Selasa, dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan berdialog dengan Iran.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa hari Selasa akan menjadi “hari dengan serangan paling intens” dalam operasi militer terhadap Iran saat ini.

Namun, JPMorgan Chase memperingatkan bahwa jika keamanan pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat dipastikan, maka kebijakan-kebijakan tersebut mungkin hanya memiliki dampak terbatas terhadap harga minyak, karena dalam dua minggu ke depan pasokan global bisa berkurang hingga 12 juta barel per hari.

Laporan oleh wartawan NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar UGM Peringatkan Dampak Kemarau Berkepanjangan terhadap Produksi Pertanian
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
SPKLU di Jalur Mudik Jawa–Bali Dipastikan Siap Beroperasi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hong Kong Gagas Program Nasional AI for All, Bangun Talenta AI
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Refly Harun Soroti Permohonan RJ Rismon di Kasus Ijazah Jokowi: Kehendak Bebas atau Ada Tekanan?
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Sebentar Lagi Lebaran, Ramadhan Melambatlah, Jangan Cepat Pergi
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.