Rp 529 M Dikucurkan untuk Perbaikan Fasilitas Kesehatan Daerah Bencana Sumatera

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 529 miliar untuk memperbaiki fasilitas kesehatan yang terdampak bencana dahsyat di Aceh, Sumut, dan Sumbar, pada November 2025.

Soal anggaran ini disampaikan Budi dalam acara Penyerahan Ambulans pada Daerah Terdampak Hidrometeorologi Sumatera di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).

Budi menjelaskan, bencana yang terjadi sempat membuat puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas tidak dapat beroperasi.

Namun, pemerintah bergerak cepat sehingga sebagian besar fasilitas kesehatan dapat kembali melayani masyarakat dalam waktu relatif singkat.

“Sesudah kita minta bantuan, dalam dua minggu alhamdulillah rumah sakitnya sudah bisa beroperasi, kecuali sembilan (faskes) yang benar-benar rusak parah waktu itu,” kata Budi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, ratusan puskesmas yang sempat terdampak juga berhasil kembali beroperasi dalam waktu sekitar satu bulan. Hanya dua puskesmas yang mengalami kerusakan total sehingga harus dibangun kembali.

“Puskesmasnya di akhir Desember dalam waktu empat minggu itu sudah bisa beroperasi kecuali ada dua yang benar-benar hancur dan harus dibangun baru,” ujar Budi.

Anggaran Rp 529 Miliar

Budi mengatakan anggaran tambahan sebesar Rp 529 miliar telah disetujui dan saat ini sedang diproses di Kementerian Keuangan agar dapat segera dicairkan.

"529 miliar, sudah disetujui sama Bapak Presiden," ucap Budi.

Rumah sakit membutuhkan penggantian perlengkapan seperti kasur pasien hingga peralatan medis yang lebih canggih.

Sementara alat kesehatan bernilai tinggi seperti CT scan, MRI, mamografi, hingga X-ray, pemerintah akan menanggung pengadaannya melalui anggaran negara.

Selain alat kesehatan, perlengkapan yang mendukung operasional rumah sakit juga banyak yang rusak.

“Kursi meja itu sudah hilang semua. Kemudian yang dibutuhkan juga komputer karena komputernya sudah hilang semua,” katanya.

Budi menargetkan pengadaan berbagai peralatan medis tersebut dapat selesai pada pertengahan tahun ini.

“Saya targetnya di tahun ini (Juni) semua alat itu kalau bisa sudah masuk,” ujarnya.

Bantu Pemulihan Nakes

Selain perbaikan fasilitas kesehatan, pemerintah juga memperhatikan kondisi tenaga kesehatan yang terdampak bencana.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 3.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan mengalami kerusakan rumah akibat bencana.

Pemerintah pun menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi para tenaga kesehatan tersebut agar mereka dapat kembali bekerja secara normal.

Bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yakni Rp 15 juta untuk kerusakan ringan, Rp 30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp 60 juta untuk kerusakan berat.

Budi menyebutkan, hingga saat ini sekitar 1.000 rumah tenaga kesehatan sudah mendapatkan persetujuan bantuan perbaikan.

Ia berharap proses penyaluran bantuan dapat dipercepat sehingga para tenaga kesehatan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal, termasuk merayakan Lebaran di rumah masing-masing.

“Kita lagi kejar supaya mereka bisa merayakan Lebaran di rumahnya masing-masing,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Larang ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hingga Akhir Februari, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ini Jadwal Operasional Layanan Imigrasi saat Cuti Bersama
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Rezim Kim Jong-un Dukung Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Kutuk Serangan AS-Israel
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Pangan 12 Maret 2026: Beras dan Bawang Turun, Cabai Rawit Merah Tembus Rp90.600
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.