Apple Inc semakin serius mengurangi ketergantungannya pada Cina sebagai pusat produksi. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu kini memproduksi sekitar 25% iPhone di India.
Menurut laporan Bloomberg pada Rabu (11/3), produksi iPhone Apple di India melonjak sekitar 53% sepanjang tahun lalu. Produksi pada periode itu sekitar 55 juta unit iPhone atau sekitar 25% dari total produksi secara global yang mencapai 220 juta hingga 230 juta per tahun.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 36 juta unit pada tahun sebelumnya. Secara global, Apple memproduksi sekitar 220 juta hingga 230 juta iPhone setiap tahun.
Lonjakan produksi ini tidak lepas dari upaya Apple untuk menghindari dampak tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. Ketegangan perdagangan kedua negara membuat produk yang diproduksi di Cina berisiko terkena bea masuk lebih tinggi ketika masuk ke pasar AS.
Hal itu mendorong Apple mulai mengalihkan sebagian produksi yang ditujukan untuk pasar Amerika ke negara lain, dengan India menjadi salah satu tujuan utama. Namun Juru bicara Apple menolak untuk berkomentar.
Pemerintah India di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi juga aktif menarik investasi manufaktur melalui berbagai insentif produksi. Kebijakan ini bertujuan menjadikan India sebagai pusat manufaktur global baru. Insentif tersebut membantu menutup sebagian kesenjangan biaya produksi yang masih lebih tinggi dibandingkan Cina.
Meski begitu, industri manufaktur elektronik di India masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rantai pasokan komponen yang belum sekuat Cina hingga kendala logistik. Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Apple dan Samsung Electronics, masih membutuhkan dukungan kebijakan tambahan dari pemerintah setempat.
Saat ini Apple telah merakit seluruh lini terbaru iPhone 17 di India, termasuk model premium seperti Pro dan Pro Max. Proses perakitan tersebut dilakukan oleh beberapa mitra manufaktur utama, seperti Foxconn, Tata Electronics, dan Pegatron. Selain model terbaru, fasilitas di India juga memproduksi generasi sebelumnya seperti iPhone 15 dan iPhone 16 untuk pasar domestik maupun ekspor.
Langkah memperbesar produksi di India merupakan bagian dari strategi jangka panjang Apple untuk membangun basis manufaktur kedua setelah Cina. Selain memperluas produksi perangkat, Apple mulai mengembangkan ekosistem pemasok lokal untuk memproduksi berbagai komponen seperti sel baterai lithium-ion, casing perangkat, hingga aksesori seperti AirPods.
Tidak hanya fokus pada manufaktur, Apple juga membidik pertumbuhan pasar India yang semakin besar. Penjualan Apple di negara tersebut telah melampaui US$ 9 miliar atau setara Rp 151,8 triliun.
Perusahaan juga bersiap meluncurkan layanan pembayaran digital Apple Pay di India pada akhir tahun ini serta memperluas jaringan ritelnya yang kini telah memiliki enam toko resmi.




