JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifa Fauzi menyarankan anak-anak dibawah umur memanfaatkan permainan tradisional usai terkena pembatasan usia bermain media sosial.
“Kalau mereka tidak boleh bermain gadget, lalu apa yang harus dilakukan? Maka salah satu yang kami tawarkan adalah memaksimalkan permainan tradisional,” ujarnya usai rapat menindaklanjuti PP 17/2025 dengan K/L terkait di Gedung Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan permainan tradisional dipilih karena memiliki nilai filosofis yang kuat dalam membentuk karakter anak. Berbeda dengan permainan digital yang cenderung individual, permainan tradisional biasanya dimainkan bersama-sama.
BACA JUGA:Gaduh BBM Cuma Cukup Buat 20 Hari Lagi, Bahlil Luruskan Kondisi Sebenarnya
Dalam permainan tradisional, kata dia, anak-anak belajar berbagai nilai sosial seperti bekerja sama, menghargai orang lain, menunggu giliran, hingga menjunjung tinggi kejujuran.
Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional juga dinilai selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila yang menekankan kebersamaan, gotong royong, dan sikap saling menghormati.
BACA JUGA:Roy Angkat Bicara Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice: Ikuti Saran Terbaik
“Dalam permainan tradisional tidak ada yang bermain sendiri, minimal dua sampai sepuluh orang. Di situ anak-anak belajar antre, menghargai teman, dan tidak boleh curang,” jelasnya.





