Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan yang dinilai membingungkan mengenai durasi operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran saat berbicara kepada wartawan di Negara Bagian Ohio pada Rabu.
Trump menyebut operasi tersebut sebagai perang sekaligus “ekskursi” jangka pendek sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kapan serangan militer itu akan berakhir.
Seorang wartawan yang ikut dalam perjalanan tersebut menanyakan pernyataan Trump dengan mengatakan, "Anda baru saja mengatakan ini adalah sebuah ekskursi kecil dan Anda juga mengatakan ini adalah perang. Jadi, mana yang benar?"
Trump kemudian menjawab, "Ya, keduanya. Itu adalah ekskursi yang akan menjauhkan kita dari perang, dan perang itu akan terjadi, maksud saya bagi mereka, itu adalah perang."
Dalam pidatonya di hadapan anggota Partai Republik Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada Senin (9/3) Trump menggambarkan operasi militer terhadap Iran sebagai ekskursi jangka pendek.
Namun ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan operasi tersebut dengan tekad kuat hingga mencapai kemenangan mutlak.
Trump bahkan menuntut Iran menyerah tanpa syarat dalam konflik tersebut.
Meski demikian pada hari yang sama Trump mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran akan segera berakhir karena hampir tidak ada lagi target yang tersisa.
Sementara itu pejabat Amerika Serikat dan Israel menyatakan serangan militer ke Iran masih dipersiapkan untuk berlangsung setidaknya selama dua pekan ke depan.
Hingga kini belum ada perintah resmi dari internal pemerintah Amerika Serikat terkait waktu penghentian operasi militer tersebut.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani mengatakan lebih dari 1.300 warga sipil tewas dan 9.669 lokasi sipil hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.




