Purbaya cs Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh Meski Terjadi Penutupan Selat Hormuz

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Febrio Kacaribu meyakini, ekonomi Indonesia bakal terus tumbuh meskipun terdapat gangguan rantai pasok komoditas, akibat penutupan Selat Hormuz di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dia mengatakan, Kemenkeu akan menerapkan strategi belanja pemerintah yang merata di seluruh kuartal agar dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :
Impor Minyak dari AS Butuh Waktu Lebih Lama, Bahlil Ungkap Cara Menyiasatinya
Blak-blakan Soal Alasan Perampokan Sadis Tewaskan Pensiunan JICT Ermanto Usman, Polisi Sebut Motifnya Ekonomi

“Kami ingin pertumbuhan ekonominya juga lebih merata di sepanjang tahun, di mana belanja negaranya juga kami buat lebih merata,” kata Febrio Kacaribu dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia mengatakan, Kemenkeu juga berupaya untuk merealisasikan anggaran belanja pemerintah dengan lebih cepat, sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga untuk mencapai target peningkatan 5,4 persen secara year-on-year (yoy) hingga akhir 2026.

Febrio mengatakan, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 493,8 triliun atau 12,8 persen dari target, melonjak 41,9 persen (yoy) per 28 Februari lalu.

“Sisi penerimaannya juga sangat memungkinkan kami untuk melakukan (percepatan belanja) itu, (karena) pertumbuhannya untuk pajak di atas 30 persen,” kata Febrio.

Kemenkeu mencatat, penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen yoy menjadi Rp245,1 triliun, atau 10,4 persen dari target, hingga akhir Februari 2026.

Melalui percepatan belanja tersebut, Kemenkeu berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 cukup kuat, melanjutkan momentum pertumbuhan dari kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen yoy.

“Dengan (pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar) 5,39 persen (yoy), nanti kami harapkan (pertumbuhan) ini bisa berada di 5,5 persen atau lebih di kuartal I 2026, momentum pertumbuhan ekonomi itu juga kita harapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Baca Juga :
Kapal Kargo Thailand Diserang dari Udara di Selat Hormuz hingga Terbakar
Purbaya CS Kantongi Rp 44,9 Triliun dari Penerimaan Bea Cukai Per Februari 2026
Purbaya Sebut Inflasi Februari 2026 hanya 2,59 Persen Tanpa Diskon Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Jelang Lebaran, Warga Serbu Layanan Tukar Uang BI di GBK
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Kabupaten Bekasi Jumat 13 Maret
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Bareskrim Polri Ungkap Bakal Ada Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Penggelapan Dana PT DSI
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: ASIsrael Akan Bayar Darah Para Syuhada
• 10 jam lalusuara.com
thumb
DK PBB gagal sahkan resolusi serukan penghentian aktivitas militer
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.